Gaspol di Awal Tahun, Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas 2026!
Penajam Paser Utara, nusaetamnews.com : PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sukses membuka lembaran tahun 2026 dengan performa yang impresif. Sepanjang triwulan I 2026, Subholding Upstream Pertamina ini berhasil mencatatkan produksi minyak sebesar 60,44 ribu barel per hari (mbopd) dan gas sebanyak 619 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).
Angka keren ini masing-masing setara dengan 120 persen (minyak) dan 105 persen (gas) dari target yang sudah ditetapkan tahun ini. Fix, melampaui ekspektasi!
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan bahwa hasil positif ini adalah buah dari komitmen perusahaan yang terus berinvestasi di jalur eksplorasi dan eksploitasi.
“Langkah ini krusial demi keberlanjutan produksi migas, sekaligus jadi sokongan kuat untuk mengejar target produksi nasional dan menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujar Sunaryanto dalam keterangan pers tertulisnya, Sabtu.
Senjata Rahasia: Inovasi di Lapangan yang Mulai Mature
Menghadapi tantangan lapangan migas di wilayah Kalimantan yang rata-rata sudah mature (tua), PHI tidak tinggal diam. Perusahaan mengandalkan kombinasi inovasi teknologi, perawatan intensif, dan reaktivasi sumur-sumur lama agar tetap produktif.
Berikut adalah beberapa breakthrough teknologi yang jadi kunci sukses PHI di awal tahun ini:
- Metode High Pour Point Oil (HPPO): Diterapkan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Lapangan Handil, serta PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) di Lapangan Mutiara dan Pamaguan. Teknologi ini sukses menjinakkan minyak berkandungan lilin/parafin tinggi agar tetap cair dan tidak membeku di pipa, sehingga aliran produksi tetap lancar jaya.
- Permanent Coiled Tubing Gas Lift (PCTGL): Inovasi dari PHSS di Lapangan Louise, Samboja, dan Mutiara. Caranya dengan menyuntikkan gas bertekanan ke dalam sumur untuk mempermudah minyak naik ke permukaan. Hasilnya? Produktivitas sumur langsung meroket.
- Optimasi Sumur Emulsi: PHM juga sukses mengeksplorasi potensi dari sumur emulsi di Lapangan Tunu lewat terobosan teknologi terbaru.
Selain itu, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) juga ikut ambil bagian memacu produksi lewat sumur sisipan (infill) baru di lepas pantai Kaltim, serta optimalisasi Lapangan Kerindingan dan Lapangan Sapi.
Dongkrak Gas Lewat Proyek Baru
Tak hanya minyak, produksi gas PHI juga lagi on fire. Lonjakan produksi ini ditopang oleh onstream-nya platform kedua dan ketiga dari Proyek Sisi Nubi AOI milik PHM pada akhir Februari dan Maret 2026 lalu.
Performa ini makin solid berkat agenda perawatan sumur (well service) yang berjalan mulus di Lapangan Tunu (PHM), Lapangan Santan (PHKT), serta Lapangan Nilam dan Mutiara (PHSS). Plus, program Handil Rejuvenation terbukti berhasil mendongkrak produksi hingga 5 persen.
Safety First! 57 Juta Jam Kerja Tanpa Cedera
Kabar baiknya, performa operasional yang agresif ini tetap berjalan beriringan dengan standar keselamatan yang super ketat. Sunaryanto mengapresiasi seluruh tim karena PHI sukses mempertahankan rekam jejak keselamatan yang bersih.
- Zero Fatality (Nihil kecelakaan fatal)
- Zero Lost Time Incident (LTI) (Nihil insiden yang menyebabkan kehilangan jam kerja)
- Mengantongi 57,36 juta jam kerja selamat.
Sebagai informasi, PHI mengelola operasi hulu migas di Regional-3 Kalimantan (Zona-8, Zona-9, dan Zona-10) melalui kolaborasi erat dengan SKK Migas. Lewat sinergi lintas fungsi ini, PHI membuktikan bahwa lapangan tua pun tetap bisa produktif dan kompetitif di tahun 2026. (ant/one)