Subscribe

Gratispol–Jospol Tuai Efek Nyata, Kepala Daerah Kompak Beri Apresiasi

2 minutes read

Samarinda – Program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Gratispol dan Jospol, mulai menunjukkan dampak konkret di daerah. Sejumlah bupati dan wali kota kompak menyampaikan apresiasi atas manfaat yang dirasakan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.

Dalam forum Musrenbang RKPD 2027 di Pendopo Lamin Etam, Kamis (30/4/2026), Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyoroti peningkatan akses pendidikan tinggi sebagai salah satu efek langsung dari program tersebut.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur. Dengan adanya Gratispol, angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Bontang meningkat,” ujarnya.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni

Ia mengaitkan capaian itu dengan data yang juga disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, yang menyebut angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Kaltim telah menembus 40,44 persen. Angka yang mencerminkan tren positif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Namun demikian, Neni juga mengingatkan pentingnya penguatan sektor keterampilan kerja. Ia berharap dukungan Pemprov Kaltim dapat diarahkan ke Balai Latihan Kerja Industri (BLKI), khususnya untuk pelatihan tenaga las bawah air (underwater welding) yang dinilai punya prospek besar di kota industri seperti Bontang.

Apresiasi serupa datang dari Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari. Ia menyebut implementasi Gratispol dan Jospol sejak 2025 telah membawa dampak signifikan bagi masyarakat di wilayahnya.

“Program ini benar-benar dirasakan warga. Kami berharap pemerataannya terus berlanjut,” ujarnya.

Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari

Dari wilayah perbatasan, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk menilai perhatian pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Seno Aji semakin terasa.

“Kami sangat bersyukur. Mahulu sekarang jauh lebih diperhatikan. Harapan kami, janji pembangunan infrastruktur bisa benar-benar terwujud,” katanya, merujuk pada pembangunan ruas jalan strategis Tering–Ujoh Bilang.

Wakil Bupati Mahulu Suhuk

Menanggapi hal itu, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proyek tersebut.

“Insyaallah 2027, ruas Tering–Ujoh Bilang harus selesai. Ini komitmen kami,” tegasnya.

Tak hanya pemerintah daerah, kalangan perguruan tinggi juga mengakui manfaat Program Gratispol. Sejumlah kampus seperti UINSI Samarinda dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan menjadi bagian dari institusi yang merasakan dampaknya, terutama dalam peningkatan akses mahasiswa terhadap pendidikan.

Dengan apresiasi yang datang dari berbagai penjuru daerah, Rudy menegaskan Gratispol dan Jospol tak lagi sekadar program unggulan di atas kertas. Tantangan berikutnya adalah memastikan pemerataan dan keberlanjutan, agar dampak positifnya benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *