Subscribe

Gak Pakai APBD! Bupati Kukar Gandeng Swasta Fasilitasi Nikah Massal Gratis

2 minutes read

Tenggarong, nusaaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) punya cara cerdas untuk melegalkan status pernikahan ratusan pasangan yang masih nikah siri. Tanpa menyentuh dana APBD sepeser pun, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri sukses mengeksekusi program nikah massal melalui sokongan dana dari sejumlah perusahaan (CSR).

Langkah ini diambil sebagai solusi kreatif di tengah efisiensi anggaran daerah, sekaligus memastikan warga mendapatkan hak legalitas hukum secara cuma-cuma.

Solusi “Win-Win” Buat Rakyat dan Negara

Bupati Aulia Rahman mengungkapkan, ide ini langsung disambut antusias oleh pihak swasta setelah melihat urgensi banyaknya pasangan yang belum memiliki buku nikah resmi.

“Nikah massal ini murni dibiayai perusahaan. Setelah ide ini kami lempar, mereka menyambut baik. Ini bukti kolaborasi nyata untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Bupati Aulia di Tenggarong, Kamis (30/4).

Sebanyak 65 pasangan resmi menjadi suami-istri secara hukum negara dalam prosesi yang digelar di Mall Pelayanan Publik Dinas PMPTSP Kukar, sehari sebelumnya.

5 Alasan Nikah Massal Jadi Pilihan Cerdas:

  1. Ekonomi: Seluruh biaya administrasi, penghulu, hingga dokumen kependudukan ditanggung 100% oleh penyelenggara.
  2. Legalitas: Melindungi hak istri dan anak, mulai dari akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga hak waris.
  3. Praktis: Memangkas birokrasi yang rumit karena diproses secara kolektif dan serentak.
  4. Ketahanan Keluarga: Mendorong terbentuknya unit keluarga yang sah, bahagia, dan produktif.
  5. Edukasi: Mengubah mindset bahwa nikah sah tidak harus mewah atau mahal, yang penting memenuhi rukun dan syarat.

Antrean Membeludak, Siap Digelar Bertahap

Tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa legalitas pernikahan masih menjadi isu krusial di Kukar. Tercatat, saat ini ada lebih dari 200 pasangan yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) untuk mengikuti program serupa.

“Peminatnya luar biasa banyak. Karena keterbatasan, saat ini kita dahulukan 65 pasang. Ke depan, kami pastikan program ini akan digelar secara bertahap untuk mengakomodasi sisa daftar tunggu tersebut,” pungkas Bupati. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *