Subscribe

Kaltim Membara! BMKG Deteksi Lonjakan Titik Panas, Waspada Ancaman Karhutla

2 minutes read

Balikpapan, nusaetamnews.com :  Alarm kewaspadaan dini menyalak di Kalimantan Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memberikan peringatan keras terkait potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Bumi Etam dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi cuaca ekstrem dengan suhu udara yang menyengat disebut menjadi pemicu utama munculnya puluhan titik api yang tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota.

Grafik Titik Panas Terus Meroket

Data dari BMKG Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan. Hanya dalam waktu tiga hari, puluhan titik panas terpantau “mengepung” Kaltim:

  • Selasa (21/04): Terdeteksi 55 titik panas. Kutai Kartanegara menjadi wilayah paling rawan dengan 21 titik, disusul Kutai Timur dengan 13 titik.
  • Rabu (22/04): Angka melambung drastis menjadi 81 titik panas. Kali ini, Kutai Timur memegang rekor terbanyak dengan 37 titik.
  • Kamis (23/04): Hingga pukul 16.00 WITA, 23 titik baru kembali terdeteksi di lima daerah utama.

“Cuaca dalam beberapa hari terakhir memang panas, sehingga kondisi ini kemudian memicu munculnya banyak titik panas,” ungkap Carolina Meylita Sibarani, Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Kamis (23/04/2026).

Stop Kecerobohan: Puntung Rokok & Bakar Sampah

BMKG mengimbau publik untuk tidak melakukan tindakan konyol yang bisa memicu bencana besar. Hal-hal sepele seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di lahan terbuka bisa berakibat fatal karena api sangat cepat merambat di tengah kondisi vegetasi yang kering.

BPBD dan Instansi Terkait Siaga Satu

Menanggapi update data tersebut, BMKG meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan ground check atau pengecekan langsung ke lokasi koordinat titik panas.

“Tim BPBD bersama unsur terkait harus segera memastikan apakah titik panas ini rawan menyebabkan karhutla. Jika berisiko, penanganan harus dilakukan instan sebelum api meluas,” tegas Carolina.

Selain BPBD, kolaborasi lintas dinas—mulai dari Dinas Pertanian, Perkebunan, hingga Pemadam Kebakaran—diharapkan bergerak masif memberikan edukasi kepada para petani dan pekebun agar tidak menggunakan metode bakar lahan dalam aktivitas mereka.

Jangan sampai kearifan lokal kalah oleh kelalaian yang berujung kabut asap. Stay safe, Kaltim! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *