Waspada DBD di Kaltim Tembus 231 Kasus, Dinkes Pasang Target Tekan Angka Kematian
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini dalam mode siaga penuh. Berdasarkan data terbaru, total kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Benua Etam telah menyentuh angka 231 kasus. Pemerintah kini berjuang keras menekan angka fatalitas (kematian) agar tetap berada di bawah target 0,4 persen.
Langkah cepat dan penanganan medis yang tepat menjadi kunci utama agar pasien terindikasi DBD tidak jatuh ke fase kritis.
Samarinda dan Kukar Jadi Titik Merah
Dari sebaran data yang ada, dua wilayah tercatat memiliki tingkat infeksi tertinggi dan menjadi fokus utama intervensi kesehatan:
- Kota Samarinda: Menduduki posisi puncak dengan 46 kasus.
- Kabupaten Kutai Kartanegara: Menyusul di peringkat kedua dengan 39 kasus.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menginstruksikan seluruh jajaran di kabupaten/kota untuk mempercepat alur rujukan medis. “Tenaga kesehatan harus berkomitmen memberikan pertolongan pertama secara cepat. Jangan sampai ada keterlambatan penanganan,” tegas Jaya di Samarinda, Kamis (23/4).
Gerakan 3M Plus dan Kader Jumantik
Memasuki masa peralihan musim, masyarakat diingatkan untuk tidak kendor dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dinkes mendorong pengaktifan kembali peran Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap RT.
Beberapa langkah preventif yang terus digencarkan antara lain:
- 3M Plus: Menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air, plus menghindari gigitan nyamuk.
- Bubuk Abate Gratis: Tersedia di seluruh Puskesmas untuk mematikan jentik nyamuk di bak mandi atau penampungan air.
- Fogging: Tetap disiagakan sebagai langkah terakhir (represif) untuk membunuh nyamuk dewasa di wilayah dengan penularan masif.
Logistik Medis Aman
Masyarakat diminta tidak panik namun tetap waspada. Jaya memastikan bahwa seluruh rumah sakit rujukan di Kaltim saat ini memiliki ketersediaan logistik medis yang sangat memadai untuk merawat pasien DBD.
“Sinergi antara pemerintah dan kesadaran masyarakat lewat aksi bersih-bersih lingkungan adalah cara paling efektif untuk memutus rantai hidup nyamuk pembawa virus ini,” pungkasnya. (ant/one)