Ribuan Jamaah Serbu Halalbihalal di Masjid Negara IKN, Ada Pesan Sejuk dari KH Anwar Zahid
Nusantara, nusaetamnews.com : Masjid Negara IKN mendadak “pecah”! Sekitar 3.000 jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan ini pada Senin (20/04/2026) buat ikutan acara Halalbihalal dan Silaturahmi akbar. Acara keren ini merupakan hasil kolaborasi manis antara Otorita IKN dan PGRI Cabang Sepaku.
Gak cuma sekadar kumpul-kumpul, momen ini juga jadi closing yang manis buat rangkaian Wisuda Santri ke-XXII se-Kecamatan Sepaku.
Momentum Pererat Kebersamaan di Ibu Kota Baru
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyambut hangat para guru dan kyai yang hadir. Ia berpesan supaya semangat halalbihalal ini jadi bahan bakar buat saling menguatkan di tengah pembangunan IKN.
“Mari kita jadikan momentum halalbihalal ini sebagai wadah kita untuk saling menguatkan kebersamaan,” ajak Alimuddin di depan ribuan peserta.
Tausyiah “Daging” dari KH Anwar Zahid
Suasana makin adem saat KH Anwar Zahid naik ke podium. Ustaz kondang asal Bojonegoro ini kasih pesan mendalam soal makna Ramadan sebagai bulan “pelatihan”.
Menurutnya, output dari Ramadan harusnya kelihatan di bulan-bulan setelahnya, terutama dalam hal perbaikan diri. Sontak, pesan sejuk ini disambut antusias sama para jamaah yang hadir.
Gak Cuma Agama, Ada Sosialisasi QRIS Juga!
Uniknya, acara ini gak cuma soal spiritual. Ada sisi edukasi finansial juga dari Bank Indonesia IKN. Para jamaah diajak buat lebih kenal sama uang Rupiah dan mulai beralih ke transaksi digital pakai QRIS. Jadi, pulang dari masjid gak cuma dapat ilmu agama, tapi juga makin melek teknologi!
Guru Sebagai Garda Terdepan
Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Waris Muin, juga titip pesan buat para guru yang tergabung di PGRI. Ia menekankan kalau nilai-nilai Ramadan harus dibawa ke dunia pendidikan buat mencerdaskan anak bangsa.
Kegiatan ini jadi bukti kalau pembangunan IKN itu seimbang. Gak cuma soal gedung-gedung tinggi dan infrastruktur canggih, tapi juga soal memperkuat social bond, nilai pendidikan, dan kehidupan religius warganya. (one)