Satu Aplikasi Buat Semua: Sakti Gemas Jadi Senjata Kaltim Hapus Birokrasi Ribet
Samarinda, nusaetamnews.com : Gak mau warga makin ribet, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tancap gas nge-level up ekosistem digital mereka. Lewat platform Satu Aplikasi Generasi Emas alias Sakti Gemas, Kaltim ambisius pengen bikin satu aplikasi sakti yang bisa melayani semua urusan publik tanpa kecuali.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan kalau Sakti Gemas ini adalah jawaban buat fenomena “kebanyakan aplikasi” yang justru bikin pusing masyarakat.
Gak Zamannya Lagi “Satu Urusan Satu Aplikasi”
Faisal blak-blakan bilang kalau inovasi ini adalah instrumen reformasi birokrasi yang sesungguhnya. Menurutnya, selama ini masyarakat merasa “terbebani” karena memori HP habis cuma buat download aplikasi dari berbagai instansi yang gak saling nyambung.
“Sakti Gemas bukan sekadar inovasi teknologi. Selama ini masyarakat terbebani harus download banyak aplikasi yang tidak saling terhubung. Ini justru memperlambat akses, bukan mempermudah,” ujar Faisal di Samarinda, Senin.
Benturan Ego Sektoral & Kendala Teknis
Meski kedengarannya smooth, misi integrasi total ini ternyata masih nemu jalan terjal. Faisal membeberkan beberapa red flags yang menghambat progres, di antaranya:
- Ego Instansi: Masih banyak OPD yang gengsi dan pengen mempertahankan aplikasi masing-masing.
- Sistem Tumpang Tindih: Banyak aplikasi punya fungsi yang mirip tapi jalannya sendiri-sendiri.
- Infrastruktur & SDM: Perbedaan kualitas jaringan internet dan kapasitas skill digital antarwilayah di Kaltim masih jomplang.
Fokus ke Depan: Sinkronisasi, Bukan Sekadar Menu
Buat Faisal, mobilitas warga yang tinggi menuntut layanan yang gak kaku sama batas administratif. Warga butuh standar layanan yang sama, mau mereka lagi di Balikpapan, Samarinda, atau pelosok Kaltim lainnya.
Saat ini, fokus Sakti Gemas bukan cuma sekadar “tempel menu” di satu aplikasi, tapi sinkronisasi data besar-besaran.
“Tanpa standardisasi dan penguatan SDM, integrasi ini cuma bakal jadi konsep di atas kertas,” tegasnya. Pemprov Kaltim pun terus memacu kolaborasi dengan pemkab dan pemkot supaya Sakti Gemas jadi real solution buat warga menuju era Indonesia Emas. (ant/one)