LPG 3 Kg Fix Tak Naik! Menteri Bahlil Jamin Stok Aman di Tengah Lonjakan Harga Elpiji Nonsubsidi
Jakarta, nusaetamnews.com : Kabar baik buat emak-emak dan pelaku UMKM. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan garansi bahwa harga LPG 3 kg alias “si melon” bersubsidi tidak akan naik. Meski tensi pasar energi global sedang memanas, pemerintah memastikan harga tetap flat dan stok berada di atas standar minimum nasional.
Penegasan ini disampaikan Bahlil menyusul kenaikan harga LPG nonsubsidi yang cukup signifikan per 18 April 2026 akibat gejolak harga pasar internasional.
Stok Melimpah, Harga Ditahan
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menahan harga LPG 3 kg, sama halnya dengan kebijakan pada Pertalite dan Biosolar. Sejak program ini diluncurkan pada 2007, pemerintah memang belum pernah mengerek harga resmi gas melon tersebut.
“Khusus untuk LPG bersubsidi, stok kita aman di atas standar minimum dan harganya tidak ada kenaikan, flat. Yang ada, harga itu sering dimainkan di level distributor dan pangkalan. Ini yang mau saya tata,” tegas Bahlil di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Solusi Distribusi: Pengecer Jadi Subpangkalan
Belajar dari evaluasi Februari 2025 lalu di mana penghapusan pengecer sempat memicu antrean panjang, Bahlil kini menawarkan opsi lebih smart. Pemerintah mengajak para pengecer untuk resmi mendaftarkan diri sebagai subpangkalan.
Tujuannya jelas:
- Kontrol Harga: Menghindari lonjakan harga liar di tingkat pengecer.
- Tepat Sasaran: Memastikan gas subsidi hanya dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
- Kelancaran Pasokan: Mencegah kelangkaan akibat rantai distribusi yang tersumbat.
LPG Nonsubsidi Kompak Naik 18 Persen
Berbeda nasib dengan gas melon, pengguna LPG nonsubsidi (5,5 kg dan 12 kg) harus merogoh kocek lebih dalam. Penyesuaian harga ini mengikuti fluktuasi harga pasar dunia (CP Aramco).
Daftar Kenaikan Harga (Wilayah Jawa, Bali, NTB):
- LPG 12 Kg: Naik menjadi Rp228.000 (dari Rp192.000).
- LPG 5,5 Kg: Naik menjadi Rp107.000 (dari Rp90.000).
Bahlil menyebut kenaikan ini adalah yang pertama kalinya sejak 2023. Namun, ia membuka peluang harga akan kembali turun jika tren harga gas di pasar internasional melandai. “Formulasinya jelas, kalau harga dunia turun, harga domestik (nonsubsidi) pasti ikut turun,” pungkasnya. (ant/one)