Kaltim Naik Kelas! Pengelolaan Laut Capai Level Optimum, DKP Perkuat Standar Evika 2.0
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur tancap gas memperkuat tata kelola pesisir. Melalui finalisasi instrumen Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi 2.0 (Evika 2.0) bersama KKP, Kaltim kini membidik standar pengelolaan laut yang lebih objektif dan terukur.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar ekonomi biru untuk memastikan sumber daya laut di Bumi Etam dikelola secara berkelanjutan dan memberikan kepastian hukum.
Skor Optimum: 60–90
Hasil uji petik terbaru menunjukkan rapor hijau bagi Kalimantan Timur. Saat ini, pengelolaan kawasan konservasi di Kaltim telah masuk dalam Kategori Optimum dengan nilai di rentang 60–90.
“Penyempurnaan alat ukur Evika 2.0 ini krusial. Kami ingin instrumen penilaian benar-benar merefleksikan kondisi nyata di lapangan, mulai dari aspek input, proses, hingga output,” ujar Kabid Pengelolaan Ruang Laut DKP Kaltim, M. Ali Aripe, di Samarinda, Senin (20/4/2026).
Target 17 Persen Kawasan Lindung
Sesuai Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), Kaltim mematok target ambisius:
- Target Total: 17% dari luas laut Kaltim yang mencapai 2,89 juta hektare.
- Capaian Saat Ini: 293 ribu hektare yang telah ditetapkan resmi oleh KKP.
- Lokasi Strategis: Tersebar di Kabupaten Berau, Kota Bontang, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Tiga Fokus Utama di Lapangan
Guna mengejar status “Berkelanjutan”, DKP Kaltim mengintensifkan tiga aksi nyata:
- Kepastian Hukum: Pendaftaran peta laut dan pemasangan titik batas wilayah di area konservasi.
- Edukasi Grassroot: Sosialisasi masif ke desa-desa pesisir agar masyarakat paham fungsi zona lindung.
- Pengawasan Ketat: Patroli rutin untuk menekan angka illegal fishing dan perusakan ekosistem.
“Optimalisasi ini bukan cuma soal menjaga keanekaragaman hayati, tapi juga menyediakan data akurat untuk jasa pelayanan pariwisata bahari,” tambah Aripe.
Dengan integrasi platform digital dan sinergi pusat-daerah, keberhasilan program ini diharapkan menjadi jaminan bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir di Kalimantan Timur untuk jangka panjang. (ant/one)