Trump Klaim Perang “Sudah Selesai”, Negosiasi Ulang Segera Digelar, Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel 270 Miliar Dolar
Washington, nusaetamnews.com : Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam wawancaranya bersama Fox Business, Trump mengklaim bahwa perang gabungan AS-Israel terhadap Iran hampir menemui titik akhir, meski kesepakatan resmi di Islamabad sebelumnya berakhir buntu.
Trump meyakini kekuatan militer yang telah dikerahkan telah melumpuhkan kemampuan lawan secara signifikan.
“Saya pikir ini hampir berakhir. Bahkan jika saya menarik diri sekarang pun, mereka butuh waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu,” tegas Trump dalam cuplikan wawancara yang diunggah di platform X, Rabu (15/4).
Optimisme di Tengah Kebuntuan
Meski negosiasi maraton di Islamabad, Pakistan, selama akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan permanen, Trump tetap bernada optimistis. Ia mengisyaratkan bahwa pihak Iran mulai melunak dan menunjukkan ketertarikan besar untuk mencapai kesepakatan baru.
Pembawa acara Maria Bartiromo sempat menanyakan penegasan apakah perang benar-benar telah usai karena Trump terus menggunakan terminologi lampau selama sesi wawancara. Trump menjawab dengan lugas: “Sudah selesai.”
Pakistan Kembali Jadi Penengah
Setelah sukses memediasi gencatan senjata dua minggu pada 8 April lalu, Pakistan kini kembali menjadi pusat perhatian diplomatik. Trump menyebutkan bahwa negosiasi langsung antara AS dan Iran berpotensi digelar kembali di Pakistan dalam 48 jam ke depan.
Poin-poin penting situasi terkini:
- Gencatan Senjata: Kesepakatan 8 April masih bertahan hingga saat ini.
- Proyeksi Negosiasi: Putaran pembicaraan berikutnya dijadwalkan mulai dalam dua hari ke depan.
- Target: Mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari tersebut.
Dunia kini menanti apakah klaim “selesai” dari Trump akan bermanifestasi menjadi perdamaian absolut di atas meja perundingan, atau justru menjadi babak baru dalam dinamika politik di kawasan Teluk.