Subscribe

Labkesda Samarinda Terbaik Se-Indonesia, Pendapatan Tembus Hampir Rp6 Miliar di 2025

2 minutes read

Samarinda, Natmed.id – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Samarinda mencatatkan prestasi nasional dengan meraih predikat terbaik se-Indonesia pada 2025. Capaian tersebut tidak hanya dari sisi kinerja pelayanan, tetapi juga ditopang oleh peningkatan pendapatan yang melampaui target.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismed Kusasih mengungkapkan bahwa Labkesda sebagai unit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mampu menunjukkan performa yang signifikan.

“Target Labkesda itu Rp4 miliar per tahun. Tapi di 2025 bisa membukukan pendapatan hampir Rp6 miliar,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.

Ia menilai, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan BLUD di sektor kesehatan tidak hanya efektif dalam meningkatkan layanan, tetapi juga berdampak pada kemandirian keuangan.

“Dari sisi kinerja dia sudah baik, dari sisi target juga melampaui. Jadi kalau seperti itu, apa lagi yang mau dipersoalkan,” katanya.

Lebih jauh, keberhasilan Labkesda Samarinda tidak hanya di tingkat daerah, melainkan diakui secara nasional. Berdasarkan penghargaan Aslabkesda Award 2025, Labkesda Samarinda berhasil meraih peringkat pertama nasional, mengungguli ratusan laboratorium lainnya di Indonesia.

“Ini bukan terbaik se-Kaltim, tapi terbaik se-Indonesia. Itu yang menetapkan juga bukan sembarangan,” tegasnya.

Dalam penilaian tersebut, Labkesda Samarinda disebut unggul dari 264 laboratorium kesehatan daerah lain, terutama dalam aspek tata kelola BLUD dan capaian pendapatan.

Ismed juga mengaitkan capaian tersebut dengan keberhasilan implementasi BLUD di seluruh unit layanan kesehatan di Samarinda. Fleksibilitas pengelolaan keuangan yang diberikan melalui skema BLUD mampu mendorong peningkatan kinerja layanan secara signifikan.

“Makanya kami sampaikan, BLUD ini kalau dijalankan dengan benar akan meningkatkan pelayanan sekaligus kinerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada 2025 lalu, lima besar pelayanan publik terbaik di Kota Samarinda seluruhnya diraih oleh unit di bawah Dinas Kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas yang telah berstatus BLUD.

“Dari 78 pelayanan publik, lima terbaik itu semuanya dari sektor kesehatan. Satu rumah sakit, sisanya puskesmas,” ungkapnya.

Meski demikian, Dinkes Samarinda tetap menekankan bahwa orientasi utama BLUD bukan pada keuntungan, melainkan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Tujuan utama tetap pelayanan. Kalau kemudian pendapatan meningkat, itu hasil dari kinerja yang baik,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *