NasDem Kaltim “Naik Pitam”, Tempo Dikecam Keras
Samarinda – Suhu politik di Kalimantan Timur memanas. DPW Partai NasDem Kaltim meluapkan kemarahan atas laporan utama Majalah Tempo edisi 13–16 April 2026 yang dinilai menyerang kehormatan partai dan Ketua Umum Surya Paloh.
Tak sekadar protes, NasDem Kaltim terang-terangan menyebut pemberitaan tersebut sarat “framing liar” dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Bendahara DPW NasDem Kaltim Saefuddin Zuhri bahkan menyebut isi laporan itu jauh dari prinsip jurnalisme berimbang.
“Ini bukan lagi kritik, tapi sudah masuk wilayah yang merugikan dan menggiring persepsi. Kami menolak keras!” tegasnya dengan nada tinggi.
Yang paling menyulut emosi, penggunaan judul “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”. Bagi NasDem Kaltim, frasa itu bukan sekadar salah tulis, melainkan dianggap sebagai upaya membelokkan identitas partai menjadi seolah-olah entitas bisnis.
“Ini fatal. Bukan kekeliruan biasa, tapi bisa membentuk opini keliru di masyarakat,” sentil Saefuddin.
NasDem Kaltim juga menilai keseluruhan narasi dalam laporan tersebut cenderung insinuatif, dipenuhi kesan yang menggiring publik pada citra negatif terhadap partai dan figur Surya Paloh.
Merasa disudutkan, NasDem Kaltim kini mengambil sikap tegas. Tiga tuntutan dilayangkan sekaligus, yakni menolak isi pemberitaan, meminta klarifikasi dan permintaan maaf terbuka, hingga ancaman membawa persoalan ini ke ranah hukum.
“Kalau tidak ada klarifikasi resmi, kami siap tempuh jalur hukum. Ini menyangkut marwah partai,” tandasnya.
Meski demikian, internal partai diminta tetap solid dan tidak terpancing emosi berlebihan di ruang publik. NasDem menegaskan tidak akan goyah oleh pemberitaan yang dianggap tidak mencerminkan realitas kerja mereka.
NasDem Kaltim mengingatkan bahwa kebebasan pers bukan tanpa batas.
“Pers bebas itu penting, tapi tidak boleh lepas dari akurasi, etika, dan tanggung jawab. Jangan sampai kebebasan dipakai untuk membangun opini yang menyesatkan,” kuncinya.