PHK Tambang Menghantui, Pemprov Kaltim Genjot ‘Reskilling’ Besar-besaran di BLK
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat membendung dampak badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor pertambangan. Lewat skema reskilling (alih keterampilan), dua Balai Latihan Kerja (BLK) di Balikpapan dan Bontang kini disulap menjadi “kawah candradimuka” bagi para pekerja yang terdampak lesunya industri ekstraktif.
Langkah darurat ini diambil setelah data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 915 pekerja di Kaltim terkena PHK hingga Maret 2026, menempatkan Benua Etam di posisi ketiga nasional.
“Keahlian pertambangan tak lagi terserap maksimal akibat penurunan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Kami prioritaskan reskilling ke sektor jasa hingga industri kecil menengah,” tegas Muhammad Abduh, Kabid Pengembangan Tenaga Kerja Disnakertrans Kaltim, Selasa (14/4).
Banting Setir ke Wirausaha & Skill “Basah”
Disnakertrans Kaltim menilai peluang paling realistis saat ini adalah transisi menuju dunia kewirausahaan. Bukan sekadar teori, para peserta dibekali skill teknis yang permintaannya sedang tinggi di pasar (high demand), antara lain:
- Welding (Pengelasan): Lulusan jurusan ini diklaim paling laris dan sering “dipesan” perusahaan sebelum lulus.
- Service AC & Menjahit: Fokus pada jasa teknis harian.
- Kuliner & Barista: Menargetkan tren gaya hidup dan industri kreatif.
Tak hanya teknis, para peserta juga mendapatkan crash course manajemen usaha serta akses permodalan perbankan agar siap mandiri secara finansial.
Mental Baja, Penyerapan Kerja 80 Persen
Ada yang unik dalam pelatihan kali ini. Untuk membangun etos kerja dan ketahanan mental, BLK menggandeng TNI guna memberikan bimbingan fisik dan mental (Binfismet) selama tiga hari.
Strategi ini terbukti jitu. Dalam setahun terakhir, Disnakertrans Kaltim sukses melatih lebih dari 2.000 orang dengan angka penyerapan kerja mencapai 80 persen.
“Kami sempat melirik sektor energi surya, namun industri tersebut belum cukup masif untuk menyerap massa yang besar. Saat ini, sektor jasa dan industri kecil tetap menjadi pelabuhan paling aman bagi para tenaga kerja kita,” tutup Abduh. (ant/one)