Filipina Darurat Energi, Menkeu Purbaya: APBN Indonesia Masih Tahan Banting!
Jakarta, nusaetamnews.com : Di tengah memanasnya konflik AS-Israel vs Iran, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Indonesia belum masuk zona merah darurat energi. Meski Filipina sudah resmi menetapkan status darurat energi nasional pada 24 Maret kemarin, Menkeu menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih dalam posisi aman terkendali.
Purbaya menyatakan pemerintah belum berencana merombak postur APBN 2026 maupun mengubah kebijakan subsidi energi dalam waktu dekat.
“APBN kita masih tahan. Saya enggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada, sampai titik yang mungkin nanti harga minyaknya tinggi sekali,” tegas Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Fokus ke Stok, Bukan Cuma Harga
Menkeu menjelaskan perbedaan mendasar kondisi Indonesia dengan negara tetangga. Menurutnya, status “darurat” lebih ngeri jika menyentuh aspek pasokan (supply) ketimbang sekadar lonjakan harga.
Hingga saat ini, rantai pasok energi nasional diklaim masih stabil meski tensi di Timur Tengah terus membara.
- Definisi Darurat: Suplai berhenti atau hilang dari pasar.
- Kondisi RI: Stok masih tersedia dan distribusi berjalan normal.
- Status: Belum darurat, namun tetap dalam mode waspada tinggi.
Intip Angka: ICP Masih “Under Control”
Bendahara Negara ini turut membocorkan data asumsi makro terkini. Saat ini, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) nangkring di angka 74 dolar AS per barel.
Walaupun angka ini sedikit di atas asumsi awal APBN yang dipasang di level 70 dolar AS per barel, selisih 4 dolar tersebut dinilai masih dalam batas aman yang bisa dikelola oleh kas negara.
“Jangan diganggu dulu anggaran. Ini masih terlalu dini untuk melakukan perubahan kebijakan subsidi BBM,” tambah Purbaya.
Stay Alert!
Pemerintah berkomitmen untuk terus memelototi dinamika global setiap harinya. Fokus utama saat ini adalah memastikan jalur logistik energi tidak terhambat akibat konflik, sembari menjaga stabilitas harga di level konsumen agar daya beli masyarakat tidak rontok. (ant/one)