Subscribe

Jaga Akar Budaya! BPKW XIV Sebar Juru Pelihara demi Selamatkan Cagar Budaya Kaltim-Kaltara

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XIV Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tancap gas mengamankan bangunan bersejarah di wilayahnya. Langkah masif dilakukan untuk memastikan keraton hingga rumah adat lamin tidak hanya jadi kenangan, tapi tetap berdiri tegak sebagai identitas warga.

Kepala BPKW XIV Kaltim-Kaltara, Titit Lestari, menegaskan komitmennya untuk menjaga warisan leluhur agar tetap relevan dan tidak lekang oleh waktu.

“Langkah pemeliharaan ini adalah komitmen kami menjaga identitas serta akar budaya masyarakat agar tidak hilang dimakan zaman,” ujar Titit di Samarinda, Rabu (25/3/2026).

Garda Terdepan di Situs Sejarah

Secara konkret, BPKW XIV memberdayakan sejumlah juru pelihara profesional yang ditempatkan langsung di titik-titik cagar budaya krusial. Para juru ini menjadi “penjaga gawang” yang memastikan fisik bangunan tetap utuh dan nilai edukasinya tersampaikan ke pengunjung.

Peta Pelestarian: Dari Lamin Hingga Keraton

Upaya penjagaan ini tersebar di beberapa titik strategis dengan fokus yang berbeda:

  • Kabupaten Kutai Barat: Fokus pada arsitektur tradisional Suku Dayak. Dua tenaga spesialis dikerahkan untuk menjaga Lamin Mancong yang unik karena memadukan corak Dayak dan Melayu Kutai. Selain itu, Lamin Tolan dan Lamin Pepas Eheng juga masuk dalam radar proteksi ketat.
  • Kabupaten Berau: Bukti sejarah dinamika politik nusantara, yakni Keraton dan Tiang Prasasti Sambaliung, dipelihara secara harian oleh dua juru pelihara.
  • Kabupaten Paser: Akulturasi budaya di Istana Kesultanan Paser (kini Museum Sadurengas) mendapatkan atensi khusus dengan penempatan tiga juru pelihara sekaligus.

Bukan Sekadar Bangunan Tua

Bagi BPKW XIV, bangunan-bangunan ini adalah bukti nyata perjalanan sejarah Kalimantan. Kehadiran para juru pelihara diharapkan mampu meminimalisir kerusakan fisik sekaligus menghidupkan kembali narasi sejarah bagi generasi muda yang berkunjung ke situs-situs tersebut. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *