Subscribe

Fix Masuk Sekolah! Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Hybrid Pasca-Lebaran

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com:  Harapan sebagian siswa untuk memperpanjang masa “rebahan” lewat sekolah daring pasca-Lebaran resmi pupus. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) akan tetap berjalan normal secara luring (tatap muka) di sekolah.

Wacana penerapan sistem hybrid—gabungan antara daring dan luring—yang sempat mencuat akhirnya diputuskan untuk dibatalkan. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret lalu.

Alasan di Balik Pembatalan

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa ada dua poin krusial yang menjadi pertimbangan utama pemerintah:

  1. Aspek Akademik: Menjaga kualitas materi pelajaran agar tersampaikan secara maksimal.
  2. Pendidikan Karakter: Penguatan sikap dan interaksi sosial siswa yang dinilai lebih efektif jika dilakukan langsung di sekolah.

“Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa. Kami mempertimbangkan sisi akademik dan penguatan karakter para murid,” ujar Mu’ti saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

No More Learning Loss!

Senada dengan Mu’ti, Menko PMK Pratikno menekankan bahwa pemerintah tidak ingin ada lagi risiko learning loss (penurunan capaian belajar) di kalangan generasi muda. Menurutnya, kualitas pendidikan adalah harga mati sesuai arahan Presiden.

“Prioritas Bapak Presiden sangat jelas, mulai dari revitalisasi sekolah hingga program Sekolah Unggul Garuda. Kita harus tancap gas meningkatkan kualitas pendidikan, bukan malah melambat,” tegas Pratikno.

Pratikno menambahkan, meski diskusi soal opsi hybrid sempat ada, saat ini sistem tersebut dianggap tidak mendesak. Pemerintah memilih fokus mengoptimalkan kehadiran fisik siswa di kelas agar proses transformasi ilmu berjalan lebih “nendang”.

Layanan Esensial Tetap Gaspol

Bukan cuma urusan sekolah, Pratikno juga memastikan bahwa layanan publik lainnya tidak akan kendor pasca-libur panjang. “Layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal,” pungkasnya.

Dengan keputusan ini, para siswa diimbau untuk segera mempersiapkan diri kembali ke rutinitas sekolah tanpa ada perubahan jadwal maupun skema belajar. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *