Subscribe

Pemprov Kaltim Siapkan Seleksi Investor untuk Mal Lembuswana

2 minutes read

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyusun langkah strategis menghadapi berakhirnya kontrak pengelolaan kawasan Mal Lembuswana pada 2026. Momentum ini dimanfaatkan untuk merancang model baru yang diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Seiring menurunnya aktivitas pusat perbelanjaan yang dulu menjadi salah satu ikon Kota Samarinda tersebut, Pemprov menilai perlu adanya pendekatan berbeda dalam pengelolaan ke depan. Salah satu opsi yang mengemuka adalah membuka peluang bagi investor melalui mekanisme seleksi terbuka atau beauty contest.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan skema yang disiapkan tidak sekadar melanjutkan kerja sama lama, melainkan mencari formula terbaik yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi daerah.
“Kita ingin ada konsep kerja sama yang benar-benar produktif. Harapannya, pengelolaan ke depan bisa memberikan kontribusi PAD yang lebih optimal,” ujar Seno, saat open house di rumah dinasnya, Sabtu 22 Maret 2026.

Menurutnya, usulan DPRD terkait seleksi terbuka sejalan dengan rencana pemerintah. Melalui mekanisme tersebut, calon pengelola akan dinilai berdasarkan kemampuan menghadirkan nilai tambah bagi aset daerah.

“Prinsipnya sederhana, siapa yang menawarkan konsep terbaik dan kontribusi terbesar untuk daerah, itu yang akan dipilih,” tambahnya.

Meski demikian, arah pengembangan kawasan Mal Lembuswana masih dalam tahap pembahasan internal. Pemerintah belum memutuskan apakah fungsi pusat perbelanjaan akan dipertahankan sepenuhnya atau mengalami transformasi mengikuti tren baru.

Saat ini, tim Pemprov Kaltim tengah menggodok berbagai opsi sebelum keputusan final diumumkan ke publik.
Dengan berakhirnya masa kerja sama pada 2026, pemerintah daerah juga bersiap mengambil alih penuh aset tersebut sebagai langkah awal sebelum menentukan mitra baru.
Keputusan yang akan diambil nantinya dinilai krusial, mengingat Mal Lembuswana bukan hanya aset ekonomi, tetapi juga memiliki nilai historis bagi masyarakat Samarinda. Transformasi yang tepat diharapkan mampu mengembalikan daya tarik kawasan tersebut di tengah ketatnya persaingan pusat perbelanjaan modern dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *