Subscribe

Cokelat Berau Mendunia! Sukses Ekspor 10 Ton ke Prancis, Jadi Langganan Brand Mewah Valrhona

2 minutes read

Tanjung  Redeb, nusaetamnews.com : Siapa sangka, cokelat dari pelosok Kalimantan Timur kini jadi primadona di pasar elite Eropa. Kabupaten Berau kembali membuktikan taringnya dengan mengekspor 10 ton biji kakao fermentasi ke Prancis pada Selasa pekan ini. Langkah ini mempertegas posisi Berau sebagai pemain kunci cokelat premium dunia.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukan keberuntungan semata, melainkan hasil konsistensi hilirisasi melalui proses fermentasi yang apik.

“Setelah tahun lalu sukses kirim 15 ton ke Amerika Serikat, tahun ini kita kembali tembus pasar Prancis. Ini bukti nyata kalau kakao Berau punya daya saing global,” ujar Sri Juniarsih di Tanjung Redeb, Jumat (6/3).

Rasa Unik yang Bikin Brand Dunia “Jatuh Cinta”

Apa sih rahasianya? Ternyata, kakao asal Berau punya profil rasa yang unik banget—perpaduan antara pahit yang bold dengan sentuhan asam segar yang seimbang. Karakteristik ini sangat langka dan dicari oleh produsen cokelat kelas atas.

Nggak tanggung-tanggung, produsen cokelat legendaris asal Prancis, Valrhona, yang dikenal hanya menggunakan bahan baku berkualitas tertinggi, disebut-sebut menjadi salah satu yang mengakui kualitas kakao Berau.

“Pengakuan ini bukan cuma dari dalam negeri, tapi dari industri cokelat kelas dunia. Cita rasa khas kita sangat diminati produsen cokelat premium,” tambah Sri.

Perjalanan dari Kampung Merasa ke Paris

Eksistensi kakao Berau di kancah internasional sebenarnya sudah tercium sejak beberapa tahun lalu:

  • 2021: Lolos seleksi nasional menuju Cocoa of Excellence di Paris, Prancis.
  • 2023: Meluncurkan Single Origin Cokelat Kampung Merasa 74% dan ekspor perdana 15 ton ke Amerika Serikat.
  • 2026: Konsisten ekspor ke Prancis dan memperluas jaringan pasar global.

Fokus ke Depan: Petani Harus Naik Kelas!

Bupati Sri mendorong Dinas Perkebunan Berau untuk makin serius menggarap potensi ini, baik lewat kebun mandiri maupun perhutanan sosial. Kuncinya ada pada standarisasi proses fermentasi dan teknik pengeringan yang tepat.

“Petani adalah kunci. Kita harus fokus tingkatkan kapasitas SDM petani agar kualitasnya konsisten. Dengan begitu, kontinuitas ekspor ke Amerika dan Eropa bisa terus terjaga,” tegasnya.

Industri kakao ini diproyeksikan bakal jadi tulang punggung ekonomi baru bagi Berau, lepas dari ketergantungan sumber daya alam yang tak terbarukan. Support local, go global! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *