Subscribe

3.420 Mahasiswa KKN Diterjunkan ke Desa, Bantu Percepatan Penurunan Kemiskinan

2 minutes read

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menggerakkan kekuatan perguruan tinggi untuk ikut menyelesaikan persoalan kemiskinan di desa. Sebanyak 3.420 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi akan diterjunkan ke 377 desa dan kelurahan melalui program KKN Kolaborasi yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim.
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan di tengah masyarakat.
Saat menerima audiensi Kepala DPMPD Kaltim Siti Sugiyanti bersama pimpinan LPPM sembilan perguruan tinggi di Ruang Rapat Gubernur, Kamis (2/7), Rudy menegaskan penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja bersama pemerintah, kampus, dunia usaha, dan masyarakat agar hasilnya benar-benar terasa.
“Penanganan kemiskinan harus dilakukan secara serius, terpadu, dan berkelanjutan. Mahasiswa melalui program KKN harus menjadi bagian dari upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan di daerah,” tegasnya.
Rudy menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis karena mahasiswa memiliki kapasitas untuk mendampingi masyarakat sekaligus membantu pemerintah menjalankan berbagai program pemberdayaan desa secara lebih efektif.
Kepala DPMPD Kaltim Siti Sugianti menjelaskan, KKN Kolaborasi merupakan model sinergi pentahelix yang untuk pertama kalinya melibatkan sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur dalam satu gerakan bersama.
Sebanyak 3.420 mahasiswa akan ditempatkan di 377 desa dan kelurahan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Dari jumlah itu, Universitas Mulawarman mengirimkan peserta terbanyak, yakni 3.130 mahasiswa. Pelepasan peserta dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026.

Melalui program ini, mahasiswa akan mendukung berbagai program DPMPD, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan desa, hingga pendampingan kegiatan yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan.

“Kami berharap mahasiswa mampu memaksimalkan perannya sehingga program-program penurunan kemiskinan menjadi lebih tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” kata Siti.

Selain Universitas Mulawarman, KKN Kolaborasi juga diikuti mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Kaltim, UINSI Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Kutai Kartanegara, Universitas Widya Gama Mahakam, Itkes Wiyata Husada Samarinda, serta perguruan tinggi lainnya di Kalimantan Timur.

Dengan pelibatan ribuan mahasiswa tersebut, Pemprov Kaltim berharap desa tidak hanya menjadi lokasi pengabdian akademik, tetapi juga menjadi ruang lahirnya solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *