Ubah Sampah Jadi Listrik, Samarinda Siapkan 13 Hektare Lahan di TPA Sambutan
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda semakin serius mewujudkan konsep ekonomi sirkular. Proyek ambisius fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kini memasuki babak baru dengan kepastian kesiapan lahan di TPA Sambutan.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso, mengungkapkan bahwa lokasi pembangunan sudah tidak menemui kendala. Dari total 13 hektare lahan yang tersedia di TPA Sambutan, fasilitas inti PSEL diprediksi hanya akan memakan lahan seluas 5 hektare.
“Awalnya kami siapkan 10 hektare, tapi setelah dihitung ulang, fasilitas inti hanya perlu 5 hektare. Jadi, untuk lokasi sudah sangat aman,” ujar Suwarso di Samarinda, Rabu (13/5).
Dukungan Penuh Pusat via Danantara
Proyek green energy ini bukan sekadar rencana daerah. Pembangunan PSEL sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Pemkot Samarinda sendiri fokus pada penyediaan infrastruktur pendukung, seperti:
- Akses Jalan: Memastikan mobilitas alat berat dan transportasi sampah lancar.
- Sumber Air: Ketersediaan pasokan air untuk operasional mesin.
- Lahan Residu: Menyiapkan 2 hektare lahan khusus pengolahan limbah hasil pembakaran.
Samarinda Masuk Skala Prioritas
Pada April lalu, tim gabungan “super lengkap” dari Jakarta—mulai dari Kemenko Pangan, KLH, Kemendagri, hingga PLN Pusat—sudah turun langsung melakukan verifikasi lapangan. Hasilnya? Samarinda dinilai sangat siap.
“Berdasarkan informasi dari Danantara, Samarinda masuk daerah prioritas. Segala kelengkapan administrasi maupun kondisi lapangan kita memenuhi syarat,” tambah Suwarso optimis.
Timeline Pembangunan
Meskipun verifikasi fisik sudah menunjukkan lampu hijau, secara administratif Pemkot masih menunggu keputusan final dari pusat. Jika semua berjalan sesuai rencana, konstruksi fisik PSEL oleh Danantara dijadwalkan akan dimulai pada 2027. (ant/one)