DPRD Jawa Tengah “Berguru” Strategi SDM ke Kalimantan Timur
Samarinda, nusaetamnews.com : Prestasi pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) rupanya menarik perhatian nasional. Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Samarinda pada Rabu (13/5) untuk membedah strategi Benua Etam dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif di dunia industri.
Ketua Komisi E DPRD Jateng, Messy Widiastuti, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin mempelajari ekosistem pendidikan Kaltim, mulai dari fasilitas pelatihan hingga alat pendukung yang mampu menyelaraskan lulusan sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.
Formula Kaltim: Seragam Gratis hingga Sekolah Garuda
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, memaparkan beberapa “senjata utama” mereka dalam membangun SDM unggul:
- Program Gratispol: Bantuan paket seragam lengkap bagi seluruh siswa baru kelas X untuk meringankan beban ekonomi orang tua.
- Dana BOSP: Alokasi Bantuan Operasional Sekolah Provinsi yang mengucur konsisten ke sekolah negeri maupun swasta demi menjamin mutu pembelajaran.
- Sekolah Garuda Transformasi: SMAN 10 Samarinda kini resmi menjadi pelaksana program nasional ini, menandakan standar pendidikan Kaltim yang diakui pusat.
Prestasi Global: 30 Siswa Tembus Luar Negeri
Bukan sekadar teori, hasil dari penguatan sistem pendidikan ini mulai terlihat pada level internasional. Armin dengan bangga menyebutkan bahwa tahun ini sebanyak 30 siswa asal Kaltim berhasil lulus seleksi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi di luar negeri.
Tak berhenti di situ, Pemprov Kaltim kini tengah mematangkan rintisan sekolah unggulan berbasis dwibahasa di tiga sekolah percontohan guna memperkuat daya saing global peserta didik.
Solusi Cerdas Atasi Kurang Guru
Salah satu terobosan yang menarik perhatian legislator Jateng adalah cara Kaltim mengatasi kekurangan tenaga pendidik. Pemprov memberikan otonomi penuh bagi sekolah untuk:
- Merekrut Guru Pengganti sesuai kebutuhan internal.
- Membayar gaji bulanan mereka menggunakan alokasi Dana BOSP.
“Bantuan seragam dan kemudahan operasional ini adalah komitmen nyata kami untuk pemerataan akses pendidikan. Kami ingin peserta didik fokus belajar tanpa terbebani urusan biaya dasar,” tambah Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan.(ant/one)