Tembus Rp15 Triliun! Belanja Negara di Kaltim Mengalir Deras, Paling Banyak Buat Tol IKN
SAMARINDA — Roda pembangunan di Kalimantan Timur tampaknya lagi ngegas pol, nih! Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kaltim baru saja merilis laporan kalau realisasi belanja negara di Benua Etam periode Januari hingga 31 Mei 2026 sudah tembus di angka Rp15,02 triliun.
Kepala Kanwil DJPb Kaltim, Tjahjo Purnomo, menyebutkan bahwa angka raksasa ini sudah memakan porsi sekitar 37,74 persen dari total pagu anggaran Kaltim yang gedenya mencapai Rp39,81 triliun.
“Secara keseluruhan, kinerja fiskal Kaltim hingga Mei 2026 menunjukkan performa yang solid. Ini menggambarkan komitmen belanja negara yang efektif untuk mengawal infrastruktur strategis dan memperkokoh ekonomi kerakyatan,” ujar Tjahjo pada Senin (29/06/2026).
Proyek Tol IKN Jadi “Sultan” Penyerap Anggaran
Kalau dibedah lebih dalam, ke mana saja sih larinya uang triliunan itu? Penopang utamanya ternyata ada di Belanja Pemerintah Pusat (BPP) yang terserap sebesar Rp6,2 triliun.
Dari angka BPP tersebut, sekitar Rp3,16 triliun habis digunakan untuk belanja modal, yang sebagian besar dialokasikan buat mendanai pembangunan jalan bebas hambatan alias jalan tol pendukung kelancaran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain buat infrastruktur fisik, ini detail serapan belanja pusat lainnya:
- Belanja Pegawai: Rp2,03 triliun (44,86% dari pagu).
- Belanja Barang: Rp998,78 miliar (26,43% dari pagu).
Guyuran Dana Transfer ke Daerah (TKD)
Bukan cuma belanja pusat, APBN juga mengalir deras ke pemerintah daerah di Kaltim melalui dana transfer dengan total realisasi mencapai Rp8,82 triliun.
Menariknya, hampir semua jenis dana transfer—mulai dari DAU hingga Dana Desa—mengalami tren pertumbuhan yang positif dibanding periode yang sama tahun lalu. Cuma Dana Bagi Hasil (DBH) saja nih yang mencatatkan sedikit penurunan.
Berikut adalah rapor lengkap serapan dana transfer ke daerah di Kaltim hingga Mei 2026:
| Jenis Dana Transfer | Angka Realisasi | Persentase Serapan |
| Dana Alokasi Umum (DAU) | Rp5,07 triliun | 43,93% |
| Dana Bagi Hasil (DBH) | Rp2,44 triliun | 32,41% |
| DAK Nonfisik | Rp1,19 triliun | 44,26% |
| Dana Desa | Rp106,24 milar | 39,97% |
| DAK Fisik | Rp2,72 miliar | 11,04% |
Amunisi Modal Buat UMKM: KUR Tembus Rp2 Triliun
Gak cuma fokus sama urusan proyek semen dan aspal di IKN, APBN juga ikutan hadir di dapur para pelaku usaha mikro dan kecil lewat penyaluran modal usaha.
Hingga akhir Mei kemarin, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kaltim sudah tembus Rp2,05 triliun yang sukses didistribusikan kepada 23.902 debitur. Sementara untuk sektor usaha ultra mikro, anggarannya sudah tersalur sebesar Rp28,67 miliar buat membantu 4.323 debitur biar bisnis mereka makin berkembang.
Tjahjo menegaskan, performa mantap ini membuktikan kalau APBN benar-benar bekerja sebagai motor penggerak utama. Gak cuma menjaga stabilitas ekonomi daerah, tapi juga aktif mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltim yang inklusif dan berkelanjutan. (ant/one)