Sirkuit Balap Lamaru Makin Dekat! Pemkot Balikpapan Targetkan DED Rampung Tahun Ini
Balikpapan, nusaetamnews.com : Kabar gembira buat para pencinta otomotif di Kalimantan Timur! Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk proyek sirkuit balap di kawasan Lamaru, Balikpapan Timur, bisa tuntas pada tahun 2026 ini.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, menegaskan kalau DED ini jadi pijakan utama sebelum alat-alat berat mulai turun ke lapangan.
“Kami berharap penyusunan DED bisa terealisasi tahun ini,” ujar Ratih, Kamis.
Gak Mau Asal Bangun, Semua Harus Sesuai Standar!
Bukan sekadar cor-coran jalan biasa, DED ini bakal jadi acuan vital yang memuat seluruh spesifikasi teknis—mulai dari desain lintasan, perhitungan biaya, bahan bangunan, hingga skema pemeliharaan jangka panjang.
Ratih menyebut, Pemkot Balikpapan gak mau buru-buru menyentuh tahap konstruksi tanpa dokumen perencanaan yang matang dan presisi. Anggaran penyusunan DED ini sendiri ditargetkan masuk dalam APBD Perubahan Kota Balikpapan TA 2026.
“Semua harus melalui tahapan yang benar agar hasilnya sesuai standar dan pembangunan nantinya berjalan efektif. Jadi itu yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pembangunan dilakukan,” jelasnya.
Ratih juga memastikan lokasi sirkuit gak bakal bergeser dari kawasan Lamaru, Balikpapan Timur, yang sebelumnya sudah mengantongi hasil survei awal.
Wadah Rider Muda & Mesin Penggerak Ekonomi
Kehadiran sirkuit ini diproyeksikan gak cuma jadi arena balap biasa. Selain jadi wadah pembinaan talenta muda dan tempat menyalurkan hobi secara resmi, sirkuit ini disiapkan buat menggelar kejuaraan otomotif skala regional hingga nasional.
Dampaknya tentu bakal merembet ke sektor pariwisata dan ekonomi lokal di Balikpapan Timur.
“Kami ingin sirkuit ini menjadi sarana pembinaan atlet sekaligus mampu menarik event-event otomotif. Dampaknya tentu tidak hanya pada olahraga, tetapi juga terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” tutup Ratih. (ant/one)