Subscribe

Sikat Arus Mahakam! Samarinda Luncurkan Kapal SAR Aluminium Rp1,69 Miliar

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Mobilitas penyelamatan di Sungai Mahakam kini naik level. Pemerintah Kota Samarinda resmi meluncurkan kapal khusus Search and Rescue (SAR) berspesifikasi heavy-duty. Tak main-main, kapal berbahan marine aluminium ini ditebus dengan anggaran senilai Rp1,69 miliar.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menegaskan bahwa unit baru ini bukan sekadar kapal cepat biasa. Kapal ini didesain khusus untuk melibas arus deras Mahakam dan padatnya lalu lintas perairan.

Spek “Gahar” untuk Manuver Ekstrem

Berbeda dengan kapal fiberglass yang umum di pasaran, material marine aluminium dipilih karena durabilitasnya yang tinggi terhadap benturan. Berikut adalah jeroan teknis kapal Rigid Hull Aluminium Boat milik BPBD:

  • Dimensi: Panjang 7 meter, lebar 2,2 meter, dengan draft tipis 0,35 meter (andal di perairan dangkal).
  • Dapur Pacu: Double engine (dua mesin outboard) masing-masing 85 HP.
  • Top Speed: Sanggup menembus kecepatan 28–30 knot.
  • Kapasitas: Maksimal 7 orang (didesain lapang untuk evakuasi medis).

“Kapal ini bukan speedboat penumpang. Sejak awal dirancang untuk kebutuhan penyelamatan dan dilengkapi navigasi khusus operasi rescue,” tegas Suwarso di Samarinda, Sabtu (04/04).

Fokus Dua Fungsi: SAR & Patroli Keamanan

Pengadaan yang dilakukan melalui sistem e-katalog dengan produsen spesialis asal Sidoarjo ini bertujuan menjamin transparansi dan standar internasional. Operasional kapal ini nantinya akan difokuskan pada dua misi utama:

  1. Operasi SAR: Pencarian dan pertolongan korban kecelakaan air di sepanjang aliran Sungai Mahakam.
  2. Patroli Strategis: Pengamanan event besar seperti Festival Mahakam, Festival Karang Mumus, hingga penjagaan kawasan Teras Samarinda saat malam pergantian tahun.

Tulang Punggung Penyelamatan Air

Pemilihan spesifikasi heavy-duty ini merupakan respons nyata atas karakteristik Sungai Mahakam yang menantang. Dengan kecepatan dan stabilitas yang ditawarkan, tim BPBD diharapkan bisa mencapai lokasi darurat (golden time) dengan lebih singkat. “Harapannya kapal ini menjadi tulang punggung operasi penyelamatan di Samarinda, terutama di kawasan perairan yang selama ini cukup rawan,” tutup Warso. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *