Subscribe

Seno Aji dan Tumbit Dayak: Budaya yang Hidup Ada di Tangan Generasi Muda

3 minutes read

BERAU – Denting musik tradisional dan tarian Dayak menutup rangkaian Festival Budaya Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Selasa (30/6/2026). Di tengah suasana penuh kebersamaan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengajak masyarakat menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Setibanya di Kampung Tumbit Dayak, Seno Aji disambut dengan prosesi adat. Topi, rompi, dan gelang khas Dayak disematkan sebagai simbol penghormatan sekaligus persaudaraan sebelum ia menutup festival yang juga dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263.

Seno Aji menyebut usia kampung yang telah melampaui dua setengah abad menjadi bukti kuat bahwa tradisi dan nilai-nilai adat mampu bertahan melintasi generasi. Karena itu, budaya tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi harus diwariskan kepada anak-anak muda.

Perhatian Seno Aji tertuju pada para penari muda yang tampil membuka acara. Menurutnya, mereka bukan sekadar menghibur penonton, melainkan sedang memikul tanggung jawab menjaga identitas budaya Dayak.

“Generasi muda inilah yang menjadi harapan kita. Mereka belajar, tetapi tetap mencintai dan melestarikan budaya. Tidak semua daerah memiliki anak-anak muda yang mau menjaga tradisinya seperti ini,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat Tumbit Dayak telah menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan kemajuan pendidikan dan pembangunan.

Seno Aji juga mengajak masyarakat memanfaatkan program kuliah gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan hingga jenjang S1, S2, bahkan S3 harus dimanfaatkan oleh putra-putri Tumbit Dayak agar mampu menjadi generasi penerus yang berpendidikan tanpa kehilangan akar budayanya.

Tak hanya berbicara tentang adat, Seno Aji juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Timur. Ia menyebut provinsi ini dihuni beragam suku dan budaya yang harus terus hidup berdampingan.

Suasana aman dan harmonis, katanya, bukan hanya membuat masyarakat nyaman, tetapi juga menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi karena mampu menumbuhkan kepercayaan para investor untuk menanamkan modal di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis berharap Festival Bekudung Betiung terus berkembang hingga menjadi agenda wisata unggulan daerah, bahkan masuk dalam Karisma Event Nusantara. Menurutnya, festival budaya yang lahir dari tradisi masyarakat ini memiliki daya tarik yang layak diperkenalkan ke tingkat nasional.
Festival Bekudung Betiung sendiri merupakan ungkapan syukur masyarakat Dayak Ga’ay atas hasil panen sekaligus menjadi momentum memperingati hari jadi Kampung Tumbit Dayak. Selama beberapa hari, masyarakat merayakannya melalui berbagai pertunjukan seni, ritual adat, dan kegiatan budaya yang menjadi simbol kuat bahwa warisan leluhur masih tetap hidup hingga hari ini.

Penutupan festival ditandai dengan tarian bersama masyarakat, penandatanganan dinding mini galeri Festival Bekudung Betiung, serta tepuk tangan panjang yang mengakhiri perayaan budaya di kampung yang telah berdiri selama 263 tahun lalu itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *