Sasar Keamanan Siber, Tiga Sekda Terbaik Indonesia “Berguru” ke Seoul Korea Selatan
Samarinda, nusaetamnews.com : Tiga Sekretaris Daerah (Sekda) terbaik di Indonesia bertolak ke Seoul, Korea Selatan, untuk mendalami sistem keamanan siber tingkat tinggi. Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi atas raihan ASKOMPSI Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2025 sekaligus langkah strategis memperkuat pertahanan digital di tingkat daerah.
Ketua Asosiasi Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI), Muhammad Faisal, menyatakan bahwa delegasi tersebut tidak hanya mengikuti sesi teori, tetapi juga melakukan observasi langsung ke instansi vital Korea Selatan.
“Para Sekda melakukan observasi lapangan ke Korea Internet and Security Agency (KISA) untuk melihat langsung bagaimana Korea Selatan membangun sistem pertahanan siber yang solid,” ujar Faisal di Samarinda, Rabu (15/4).
Delegasi Digital Leadership
Ketiga pimpinan daerah yang terpilih dalam program kolaborasi antara ASKOMPSI dan perusahaan siber global LSWare ini adalah:
- Sri Wahyuni (Sekda Kalimantan Timur)
- Arry Yuswadi (Sekda Sumatera Barat)
- Fenny Apridawati (Sekda Sidoarjo)
Selama di Seoul, mereka menerima materi eksklusif dari jajaran pakar teknologi Korea, mulai dari tim R&D LSWare hingga direktur bisnis global dari berbagai perusahaan keamanan informasi terkemuka seperti Axgate, WaterWall Systems, PioLink, dan Everyzone.
Sekda Sebagai Motor Transformasi Digital
Faisal, yang juga menjabat sebagai Kepala Diskominfo Kaltim, menekankan bahwa peran Sekretaris Daerah sangat krusial sebagai panglima birokrasi. Pemahaman mereka terhadap keamanan informasi menjadi penentu keberhasilan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Jika pimpinan memiliki pemahaman digital dan keamanan informasi yang kuat, maka transformasi digital di daerah akan berjalan lebih aman dan terukur,” tegasnya.
Respons dan Harapan Daerah
Sekda Kaltim, Sri Wahyuni, mengaku terkesan dengan ekosistem digital di Negeri Ginseng tersebut. Ia berharap pola pembelajaran ini dapat diperluas agar manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak jajaran birokrasi di tanah air.
Sementara itu, Sekda Sumatera Barat dan Sekda Sidoarjo menilai wawasan baru ini sangat relevan dalam mengelola risiko digital dan menjaga integritas data pemerintah di instansi masing-masing.
Program ini diharapkan menjadi pemantik bagi pemerintah daerah di Indonesia untuk tidak hanya mengejar digitalisasi, tetapi juga menempatkan keamanan siber sebagai prioritas utama dalam perlindungan layanan publik berbasis elektronik.(ant/one)