Subscribe

Sambut Era Kendaraan Listrik, Disdikbud Kaltim “Upgrade” Skill Pelajar SMK via Sertifikasi Nasional

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mulai tancap gas menyiapkan SDM unggul untuk menghadapi transisi energi nasional. Melalui skema pelatihan dan sertifikasi khusus, para pelajar vokasi kini digembleng untuk menguasai teknologi ketenagalistrikan masa depan.

Langkah strategis ini membidik kesiapan tenaga kerja lokal dalam mendukung ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang ditargetkan pemerintah rampung pada 2030.

“Upaya ini sangat krusial untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik yang tengah digencarkan pemerintah. Kita siapkan anak muda Kaltim agar punya daya saing tinggi,” ujar Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, di Samarinda, Rabu (29/4/2026).

Sertifikasi Standar Industri

Bukan sekadar pelatihan biasa, para siswa SMK mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Fokus utamanya adalah pengoperasian instalasi pemanfaatan tenaga listrik yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Surasa menjelaskan, permintaan tenaga kerja kompeten di sektor ini bakal melonjak tajam seiring masifnya pembangunan infrastruktur pendukung, seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Kolaborasi Lintas Sektor:

  • Kementerian ESDM: Melibatkan Ditjen Ketenagalistrikan serta Pusdatin ESDM.
  • BUMN: Sinergi langsung dengan PT PLN (Persero).
  • Akademisi: Kolaborasi antara SMK dan Politeknik di Kaltim.

Jembatani “Gap” Pendidikan dan Dunia Kerja

Disdikbud Kaltim menyadari bahwa teori di kelas saja tidak cukup. Lewat program ini, kurikulum pendidikan vokasi disinkronkan langsung dengan tuntutan riil industri. Hasilnya, lulusan tidak hanya membawa ijazah, tapi juga mengantongi sertifikat kompetensi nasional yang menjadi “kartu sakti” saat melamar kerja.

“Program ini menjembatani kesenjangan antara kemampuan lulusan dengan kebutuhan industri. Kita ingin mendongkrak daya saing pelajar Kaltim di era energi bersih,” tegas Surasa.

Safety First: Bekal K3 bagi Teknisi Muda

Selain memantapkan skill teknis operasional, para pelajar juga dibekali pemahaman ketat mengenai prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hal ini penting mengingat risiko tinggi dalam menangani instalasi listrik tegangan tinggi.

Dengan sertifikasi ini, Kaltim membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam transisi energi hijau, melainkan menjadi penyedia tenaga ahli yang siap bersaing di level nasional.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *