Subscribe

Rp750 Miliar Disiapkan, Gratispol Kaltim Buka Jalan 153 Ribu Mahasiswa

3 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Program Gratispol Pendidikan Tinggi Kalimantan Timur mulai mendapat sorotan di tingkat nasional. Dengan anggaran hingga ratusan miliar rupiah untuk membuka akses pendidikan tinggi, Kaltim dinilai menunjukkan bahwa investasi sumber daya manusia bisa dimulai dari kebijakan pemerintah daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto bahkan berharap langkah Kaltim menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi beberapa pemprov, seperti Kaltim, Sulawesi Tengah dan DKI. Semoga bisa menginspirasi daerah yang lain,” kata Brian saat membuka Sarasehan Mitra Beasiswa di Auditorium Kemendiktisaintek, Rabu (16/9/2026).
Menurut Brian, akses pendidikan tinggi tidak boleh terhambat persoalan biaya. Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Anak-anak kita harus bisa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa kendala biaya. Anak-anak kita tidak boleh berhenti di gerbang perguruan tinggi hanya karena tak ada biaya,” tegasnya.
Pesan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Gratispol Pendidikan yang dijalankan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Program tersebut menempatkan pendidikan bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM Kaltim.
Tahun ini, Kaltim mengalokasikan sekitar Rp1,3 triliun untuk program beasiswa pendidikan tinggi. Dalam portal SatuBeasiswa Indonesia yang dikelola Kemendiktisaintek, Pemprov Kaltim juga telah memasukkan program beasiswa untuk sisa pelaksanaan 2026.
Nilainya sekitar Rp750 miliar, dengan perkiraan menjangkau 153.692 kesempatan mahasiswa melalui Gratispol Khusus, Gratispol Dalam Daerah, Gratispol Luar Daerah dan Gratispol Afirmasi.
Gubernur Rudy Mas’ud mengatakan besarnya anggaran tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda.
“Kami betul-betul berpikir, selagi masih bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak bangsa, terutama anak-anak Kalimantan Timur, maka kami akan berikan,” tegas Rudy.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Kaltim mencapai 40,44 persen, menempatkan Kaltim di posisi ketujuh nasional.
Angka itu masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Kaltim. Gratispol Pendidikan ditargetkan menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses hingga lebih banyak anak Kaltim mampu menuntaskan pendidikan minimal sarjana, bahkan magister dan doktor.
“Ini yang akan terus kita tingkatkan. Lebih banyak anak-anak Kaltim bisa menyelesaikan pendidikan tinggi, minimal S1, S2 bahkan S3,” ujar Rudy.
Sementara di jenjang pendidikan menengah, Kaltim mencatat APK SMA/SMK sederajat 99,59 persen, tertinggi secara nasional. Pemprov Kaltim juga mengalokasikan bantuan paket seragam gratis—pakaian, sepatu dan tas—bagi sekitar 65.000 siswa.
Bagi pemerintah pusat, langkah seperti ini menunjukkan bahwa perluasan akses pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan nasional. Pemerintah daerah juga memiliki ruang besar untuk memastikan anak-anak di daerahnya tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan karena persoalan biaya.
Portal SatuBeasiswa Indonesia yang disiapkan Kemendiktisaintek menjadi bagian dari upaya mempertemukan pencari beasiswa dengan pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, filantropi hingga mitra internasional.
“Pesan Bapak Presiden, kemajuan suatu bangsa akan terjadi kalau kita bisa menguasai ilmu pengetahuan,” kata Brian.
Bagi Kaltim, Gratispol kini bukan sekadar program pendidikan daerah. Program itu mulai dibawa ke panggung nasional sebagai salah satu contoh bagaimana anggaran daerah diarahkan untuk memperbesar kesempatan anak muda menempuh pendidikan tinggi. (lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *