Subscribe

Regulasi U-23 Dihapus, Borneo FC Desak Adanya Ruang Kompetisi Pengganti untuk Pemain Muda

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Manajemen Borneo FC Samarinda angkat bicara terkait kebijakan operator liga, I.League, yang resmi menghapus regulasi wajib memainkan pemain U-23 di ajang Super League musim depan. Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengkhawatirkan kebijakan ini akan memangkas menit bermain para wonderkid di Tanah Air jika tidak diantisipasi dengan matang.

Dandri mendesak agar segera dihadirkan kompetisi alternatif, seperti menghidupkan kembali Piala Indonesia, sebagai panggung bagi para pilar muda untuk terus berkembang.

“Ke depan, ketika regulasi pemain U-23 dihapus maka saya berharap tetap ada ruang pemain-pemain muda berkompetisi. Apa pun nama (kompetisi)-nya, saya berpikir itu lah ruang untuk pemain-pemain muda,” kata Dandri Dauri kepada awak media di Jakarta, baru-baru ini.

Solusi Jaga Kedalaman Skuad di Tengah Jadwal Padat

Menurut Dandri, keberadaan kompetisi domestik sekunder sangat krusial bagi klub. Selain sebagai ajang jam terbang pemain muda, turnamen alternatif tersebut membantu tim melakukan rotasi secara stabil demi menjaga kebugaran skuad di tengah kalender kompetisi yang padat.

Sebagai tim yang mengandalkan kolektivitas, Borneo FC menilai pembagian menit bermain yang adil adalah kunci. “Karena tidak mudah menjaga kekuatan tim agar tetap stabil,” tambah Dandri.

Super League Tetap Harga Mati bagi Pesut Etam

Menatap musim depan, Borneo FC dihadapkan pada jadwal padat di level regional, mulai dari ASEAN Club Championship (Shopee Cup) hingga AFC Champions League. Meski begitu, Dandri menegaskan posisi klasemen domestik tetap menjadi prioritas utama manajemen Pesut Etam.

Alasannya jelas: Super League menggunakan sistem promosi dan degradasi yang sangat kejam jika sebuah tim sampai kehilangan fokus.

  • Fokus Utama: Super League (Kompetisi Domestik)
  • Fokus Tambahan: AFC Champions League & ASEAN Club Championship

“Apa yang terjadi kalau kita sukses di turnamen (di luar negeri) tetapi terdegradasi di negeri sendiri, kan lucu,” pungkas Dandri. Saat ini, manajemen runner-up Super League 2025/2026 tersebut tengah menggodok komposisi skuad terbaru demi menjaga kedalaman tim.  (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *