El Nino Diprediksi Mulai Agustus, BMKG Minta Warga Samarinda Waspadai Ancaman Kekeringan
Samarinda – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi musim kemarau yang lebih kering di Samarinda seiring prediksi menguatnya fenomena El Nino mulai Agustus 2026. Kondisi ini berisiko menurunkan curah hujan dan debit air sungai yang masih menjadi sumber air bagi sebagian masyarakat.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Temenggung Pranoto Samarinda Fiona Alya Hanifah mengatakan hasil pemantauan iklim hingga periode Juli–September menunjukkan Kalimantan Timur masih berada pada fase netral. Namun, sejumlah indikator mulai mengarah pada pembentukan El Nino yang diperkirakan mencapai kategori kuat pada Agustus.
“Pemantauan saat ini masih menunjukkan kondisi netral, tetapi trennya mengarah ke El Nino. Pada Agustus diperkirakan sudah berada pada kategori kuat,” kata Fiona, Jumat (17/7/2026).
Jika prediksi tersebut terjadi, dampaknya diperkirakan menyerupai kondisi tahun 2023 ketika curah hujan turun drastis, memicu kekeringan di sejumlah wilayah dan mengurangi ketersediaan air bersih.
Meski demikian, Fiona menegaskan El Nino bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi cuaca. Curah hujan juga dipengaruhi suhu permukaan laut, pola angin, kelembapan udara, hingga kondisi topografi di masing-masing daerah.
“El Nino memang berpengaruh, tetapi kondisi hujan tetap dipengaruhi banyak faktor atmosfer. Karena itu dampaknya bisa berbeda di setiap wilayah,” jelasnya.
BMKG memperkirakan curah hujan di Samarinda pada 20–31 Juli hanya berkisar 10–50 milimeter. Angka itu tergolong rendah dan berada di bawah rata-rata klimatologis.
Dengan potensi kemarau yang lebih panjang dan lebih kering, BMKG mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air serta mengantisipasi kemungkinan turunnya debit sungai, terutama bagi warga yang masih bergantung pada air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami mengimbau masyarakat melakukan antisipasi sejak dini agar dampak berkurangnya ketersediaan air dapat diminimalkan,” tutup Fiona.