Ratusan Kali Karhutla Terjadi di Penajam Paser Utara, BPBD Catat Lahan Terbakar Capai 621,25 Hektare
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat sebanyak 269 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayahnya sepanjang periode Januari hingga 17 Oktober 2026. Total luasan lahan yang hangus terbakar dilaporkan menembus 621,25 hektare.
Penajam, nusaetamnews.com : Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, memaparkan bahwa Kecamatan Penajam menjadi wilayah terdampak terparah dengan 133 kejadian yang melalap area seluas 381,59 hektare.
Posisi berikutnya disusul Kecamatan Babulu sebanyak 63 kali kejadian seluas 88,51 hektare, Kecamatan Sepaku 50 kali kejadian seluas 116,39 hektare, serta Kecamatan Waru sebanyak 23 kali kejadian dengan luasan 34,76 hektare.
Nurlaila menjelaskan, lonjakan intensitas titik panas dan kejadian karhutla di PPU memuncak sepanjang bulan Agustus hingga September yang bertepatan dengan puncak musim kemarau.
Sejumlah karhutla berdampak luas yang sempat ditangani tim gabungan di antaranya kebakaran di kawasan Riko dan Pantai Lango seluas 50 hektare pada akhir September, kebakaran di Kelurahan Petung seluas 37,61 hektare pada awal Oktober, serta karhutla di Desa Suko Mulyo Sepaku yang menghanguskan 20 hektare lahan.
Adapun pada periode 16–17 Oktober 2026, BPBD PPU menangani empat titik karhutla. Tiga titik di antaranya berhasil dipadamkan sepenuhnya, mencakup kawasan Desa Babulu Darat seluas 1,5 hektare serta dua area di kawasan Tol 6B Kelurahan Pemaluan seluas 2,2 hektare, sementara satu titik di Kelurahan Jenebora terus diisolasi petugas.
Nurlaila menegaskan bahwa fenomena karhutla di PPU sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem serta kelalaian praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. BPBD PPU terus mengintensifkan patroli darat dan pemantauan satelit hotspot sembari mengajak masyarakat menghentikan total aktivitas pembakaran lahan.(ant/one)