Subscribe

Pak Basuki Targetkan ASN IKN Punya Mentalitas Baja: Singgung Integritas, Loyalitas Korps, hingga Jiwa Seni

2 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com : Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, membongkar habis formula rahasia untuk menjadi “Insan Otorita” yang tangguh. Di hadapan ratusan PNS yang baru dilantik di Taman Kusuma Bangsa, Senin (08/06/2026), Pak Bas yang dikenal eksentrik namun taktis ini membedah empat karakter utama yang wajib mendarah daging dalam diri ASN modern IKN.

Bukan sekadar formalitas, Basuki mengingatkan bahwa beban yang ditaruh di pundak para ASN muda ini tergolong raksasa. Menghidupkan sebuah ibu kota baru membutuhkan modal yang jauh lebih besar dari sekadar kehadiran fisik.

Bedah 4 Pilar Karakter Insan Otorita ala Pak Bas

Karakter Definisi & Esensi Output yang Diharapkan
1. Kuat (Kompetensi) Bukan soal kekuatan fisik atau otot, melainkan ketajaman skill di bidang masing-masing. Mampu melibas tantangan non-fisik, seperti membangun ekosistem sosial masyarakat IKN.
2. Berani (Integritas) Keberanian yang lahir dari bersihnya rekam jejak dan prinsip moral, bukan nekat tanpa dasar. ASN tegak lurus pada aturan dan berani mengambil keputusan krusial tanpa intervensi negatif.
3. Loyalitas Profesional Kesetiaan yang ditujukan penuh pada profesi, tugas negara, dan amanah—bukan pada individu atasan. Terbentuknya sistem kerja yang objektif, transparan, dan bebas dari budaya asal bapak senang.
4. Inovatif (Jiwa Seni) Kemampuan berpikir kreatif, berimprovisasi, dan keluar dari jebakan rutinitas kerja yang monoton. Lahirnya terobosan baru agar ritme kerja di IKN tetap dinamis dan solutif.

“Saudara harus memiliki jiwa seni. Kembangkan jiwa seni saudara. Tidak hanya bernyanyi atau berolahraga, tetapi jiwa seni itu akan membawa karakter kita menjadi berani untuk berimprovisasi dan berinovasi,” ungkap Basuki menekankan pentingnya kreativitas di dunia birokrasi.

“Jangan Main-Main,” Basuki Ingatkan Sumpah Jabatan Dipantau Langit

Menutup arahannya dengan tensi yang lebih dalam, Basuki memberikan peringatan keras mengenai sakralnya sumpah jabatan yang baru saja diucapkan para pegawai. Didampingi para rohaniwan lintas agama, ia menegaskan bahwa status ASN adalah sebuah ladang pengabdian sekaligus bentuk ibadah nyata kepada negara dan Tuhan.

Ia meminta para ASN muda tidak menganggap prosesi ini sebagai seremoni administratif belaka.

“Hari ini, sore ini, kita sekalian mengangkat sumpah dan janji sebagai PNS. Disaksikan oleh para rohaniwan yang mulia, dan saya percaya sore ini Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu wa Ta’ala, ikut hadir menyaksikan pengambilan sumpah saudara sekalian,” tutur Basuki.

Ia mewanti-wanti agar komitmen moral tersebut dijaga ketat sepanjang masa bakti. “Jadi jangan main-main dengan sumpah itu. Sumpah saudara tidak hanya untuk saudara sendiri, tidak hanya didengarkan oleh para hadirin, tetapi juga didengarkan oleh Allah SWT, termasuk para malaikat-Nya,” pungkasnya. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *