Subscribe

OIKN Bersama BI dan OJK Sukses Gelar AKSI 2026 demi UMKM Nusantara Naik Kelas

4 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com : Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus tancap gas dalam menempatkan warga lokal sebagai aktor utama di ekosistem pembangunan Ibu Kota Baru. Langkah konkret ini diwujudkan lewat kolaborasi strategis dalam mendongkrak kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar makin bankable dan berdaya saing tinggi.

Manifestasi komitmen tersebut dibuktikan lewat gelaran Akademi SIAPIK (AKSI) 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM 2026 yang dihelat di Kantor Bersama Kemenko 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu (10/06/2026). Agenda ini diinisiasi oleh Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Target utama program ini adalah para pelaku UMKM di wilayah IKN dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Fokusnya jelas: memperkuat literasi finansial, mendorong inklusi keuangan, dan membuka lebar keran akses permodalan ke lembaga perbankan formal.

Transformasi Digital dan Speed Dating Modal

Lewat AKSI 2026, para peserta digembleng dengan edukasi komprehensif mengenai pemanfaatan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK). Aplikasi digital ini dirancang untuk mempermudah pelaku usaha melakukan pembukuan yang terstruktur. Tak hanya itu, mereka juga dibekali pemahaman mengenai kebanksentralan, ekonomi syariah, digitalisasi sistem pembayaran, hingga hak pelindungan konsumen.

Tak sekadar teori, acara ini langsung memfasilitasi sesi business matching—semacam forum pertemuan langsung (speed dating) antara pengusaha UMKM dengan sejumlah lembaga jasa keuangan dan perbankan. Di sini, para pelaku usaha bisa langsung berburu peluang modal yang sesuai dengan karakteristik bisnis mereka.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengapresiasi konsistensi BI dan OJK dalam mengawal progres UMKM di kawasan IKN.

“Inisiatif ini sangat krusial. UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat yang akan menjadi aktor utama dan tumbuh bersama perkembangan Nusantara,” ujar Alimuddin melalui keterangan tertulisnya.

Alimuddin menegaskan bahwa pembangunan IKN wajib memberikan dampak instan dan konkret bagi kesejahteraan warga lokal. Menurutnya, vibes positif dan ruang pertumbuhan di IKN sangat masif, mulai dari akses pasar hingga kemitraan global. Ia juga mewanti-wanti pentingnya kolaborasi antarpelaku usaha demi membentuk ekosistem yang tangguh.

“UMKM tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ekosistem usaha yang kuat dibangun melalui sinergi dalam rantai ekonomi yang saling menguatkan. Produk UMKM A bisa jadi bahan baku bagi UMKM B,” tambahnya.

Usung Semangat “ENERGI”

Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan, mengungkapkan bahwa tema besar yang diusung kali ini adalah ENERGI (Edukasi dan siNERGI). Tema ini mencerminkan betapa pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mengeskalasi kapasitas bisnis lokal.

Pandu memaparkan, dalam berbagai periode krisis ekonomi, sektor UMKM terbukti menjadi bumper utama pertahanan ekonomi nasional. Guna mendorong kapabilitas tersebut, BI bersama OIKN, OJK, Pemda, dan perbankan siap memberikan pendampingan end-to-end—mulai dari bantuan teknis, akses pasar, hingga funding.

“Banyak pelaku usaha yang masih mencatat keuangan secara manual. Melalui SIAPIK, mereka bisa memantau biaya, pemasukan, dan profit secara digital dan terstruktur. Catatan yang rapi adalah kunci utama (golden ticket) saat mengajukan pembiayaan ke bank,” jelas Pandu.

Lebih lanjut, pelaku UMKM yang menunjukkan performa impresif dan potensi besar selama program akan mendapatkan fast track ke pembinaan lanjutan, termasuk peluang go international lewat pameran bergengsi seperti Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) hingga Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Reaksi Pelaku Usaha: Bye-bye Manajemen Konvensional!

Manfaat nyata dari program ini dirasakan langsung oleh Reni Sayu, owner UMKM Keripik Pisang asal PPU. Reni mengakui pelatihan SIAPIK menyelamatkan bisnisnya dari kerancuan manajemen keuangan konvensional.

“Selama ini pembukuan saya masih manual dan sering ada transaksi yang luput. Bahkan uang modal dan uang dapur sering tercampur. Lewat aplikasi digital ini, kami belajar mengelola keuangan secara lebih profesional dan modern,” aku Reni.

Bagi Reni, masifnya pembangunan IKN saat ini merupakan pasar yang sangat seksi dan potensial seiring melonjaknya arus pendatang dan kunjungan ke kawasan ibu kota baru tersebut.

Dalam sesi business matching, sejumlah raksasa perbankan yang tergabung dalam Forum Perbankan IKN—seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, dan Bank Kaltimtara—turut hadir dan terlibat aktif memberikan solusi permodalan bagi para pelaku usaha.

Lewat sinergi AKSI 2026 ini, OIKN bersama BI dan OJK menegaskan bahwa masa depan Nusantara tidak hanya dibangun di atas megahnya infrastruktur fisik, melainkan juga di atas fondasi ekonomi lokal yang mandiri, digital, dan berdaya saing global. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *