Subscribe

Musim Kemarau Masih Berlangsung, Pemkab PPU Minta Perusahaan Turun Tangan Atasi Karhutla

2 minutes read

Penajam, nujaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengimbau jajaran perusahaan di wilayahnya, terutama yang bergerak di sektor kehutanan dan perkebunan, untuk aktif bergerak mencegah sekaligus memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Imbauan ini disuarakan mengingat musim kemarau yang masih melanda kawasan Kalimantan Timur.

Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar menegaskan bahwa urusan mengatasi karhutla butuh komitmen dan kerja sama semua pihak.

Ia mengingatkan bahwa bencana kebakaran bisa muncul kapan saja tanpa diduga. Oleh karena itu, dunia usaha diminta tidak cuma berpangku tangan dan menyerahkan seluruh penanganan kepada pihak pemerintah daerah.

Apalagi, lini bisnis kehutanan dan perkebunan umumnya sudah dilengkapi divisi penanggulangan kebakaran. Sumber daya ini diharapkan bisa langsung diterjunkan apabila muncul titik api di sekitar areal operasional yang berisiko merambat ke pemukiman warga.

Kesiapan kelengkapan armada pemadam serta personel tanggap darurat milik perusahaan dinilai sangat krusial agar penanganan awal bisa berjalan cepat sebelum api membesar.

Tohar menekankan bahwa kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar sangat dibutuhkan. Tanggung jawab memadamkan api di kawasan hutan, lahan, hingga area pemukiman bukan semata tugas badan publik dan pemerintah.

Terlebih, hasil inventarisasi menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan di PPU sebenarnya sudah mengantongi fasilitas memadai, mulai dari armada mobil tangki hingga kendaraan pemadam kebakaran.

Langkah ini mendesak dilakukan mengingat tim gabungan PPU sejauh ini telah berjibaku memadamkan karhutla yang menghanguskan sekitar 282,68 hektare lahan di berbagai titik wilayah PPU.

Pemerintah daerah pun mewanti-wanti agar perusahaan tidak baru bergerak ketika kobaran api sudah terlanjur masuk dan membakar areal lahan milik mereka sendiri. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *