Mengangkat Kekayaan Budaya, Festival Adat Erau 2026 Jadi Magnet Wisata Utama di Tenggarong
Tenggarong, nusaetamnews.com : Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai gelaran Festival Adat Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata daerah. Event tahunan ini tidak hanya berperan sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi benteng pertahanan budaya sekaligus jendela pelestarian warisan leluhur yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pembukaan Festival Erau Adat Kutai 2026 diawali dengan prosesi sakral mendirikan Tiang Ayu di Kompleks Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura atau Museum Mulawarman, Tenggarong. Dipimpin langsung oleh pemangku adat Kesultanan Kutai Kartanegara, ritual penuh makna ini menjadi simbol kemakmuran, kesuburan, serta penanda resminya pesta adat bertema “Raja Menjamu Rakyatnya”.
Kemenpar menegaskan bahwa keunikan tradisi dan kekayaan budaya takbenda inilah yang menjadi keunggulan komparatif Indonesia dibanding negara-negara tetangga. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemangku adat, dan pelaku industri kreatif sangat krusial untuk terus menjaga kelestarian adat istiadat agar dampaknya terhadap sektor ekonomi dan pariwisata dapat berlanjut secara jangka panjang.
Rangkaian perhelatan budaya ini dimeriahkan dengan pembukaan seremonial di Stadion Rondong Demang, pameran expo, bazar UMKM lokal, hingga ritual malam Beluluh Sultan dan Bepelas. Festival yang dijadwalkan berlangsung hingga 27 September ini akan diakhiri dengan prosesi sakral merebahkan Pinang Ayu pada 28 September, bertepatan langsung dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Tenggarong. (ant/one)