Lapas Narkotika Samarinda Bentuk Karakter Warga Binaan Lewat Program Kerohanian Terstruktur
Samarinda, nusaetamnews.com : Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Samarinda terus berkomitmen mengubah karakter Warga Binaan Pemasyarakatan menjadi lebih baik. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan program pembinaan kerohanian yang terstruktur dan berkelanjutan sebagai pilar utama rehabilitasi.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Puang Dirham menyampaikan bahwa pendekatan spiritual sangat krusial bagi proses pemulihan para narapidana. Salah satu momentumnya terlihat lewat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang melibatkan seluruh petugas, anggota paguyuban istri, hingga warga binaan. Kegiatan ini digelar untuk meneladani sifat-sifat nabi agar para penghuni lapas tergerak untuk bertransformasi.
Demi menghadirkan program yang berdampak nyata, pihak lapas menggandeng Kementerian Agama setempat. Berbagai agenda rutin disiapkan secara matang. Khusus warga binaan Muslim, pembinaan diisi dengan rutinitas mengaji, menyimak ceramah, hingga program hafalan Al-Quran.
Tak hanya itu, Lapas Narkotika Samarinda juga menghadirkan inovasi berupa pembinaan berbasis pondok pesantren di Blok H. Fasilitas di blok rehabilitasi ini difungsikan sebagai ruang terapi pemulihan mental dan spiritual bagi para mantan pengguna narkoba.
Puang menegaskan bahwa hak pembinaan kerohanian diberikan secara adil tanpa membeda-bedakan keyakinan. Bagi warga binaan non-Muslim, kegiatan ibadah juga berjalan rutin. Pihak lapas bahkan menjalin kerja sama dengan belasan gereja di Samarinda untuk mengisi pelayanan ibadah secara bergantian bagi umat Nasrani.
Saat ini, Lapas Narkotika Samarinda membina sebanyak 959 warga binaan. Komposisinya terdiri dari 917 orang pemeluk agama Islam, 19 orang Protestan, 18 orang Katolik, 4 orang Buddha, dan 1 orang Hindu. Pendekatan inklusif ini diharapkan dapat menjadi bekal positif saat mereka kembali ke tengah masyarakat kelak. (ant/one)