Kurangi Ketergantungan Tambang, Pemkab Kutim Genjot Sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif
Sangatta, kutai timur, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mengakselerasi program diversifikasi ekonomi guna menekan ketergantungan pada sektor ekstraktif seperti batu bara dan migas. Langkah strategis ini ditempuh dengan memperkuat peran UMKM serta sektor ekonomi kreatif sebagai tumpuan baru pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa sumber daya alam fosil bersifat terbatas dan tidak bisa diandalkan selamanya untuk menjamin kesejahteraan warga. Pergeseran positif pun mulai terlihat dari struktur PDRB Kutim, di mana kontribusi sektor nonekstraktif melonjak signifikan dari rentang 10–15 persen pada 2023 menjadi 30 persen pada data rilis terbaru tahun 2026.
Melihat tren menggembirakan di sektor industri rumah tangga, pariwisata, dan perhotelan, Pemkab Kutim menginstruksikan instansi terkait untuk aktif mendampingi pelaku usaha potensial. Dukungan modal hingga penerapan teknologi pada sektor pertanian terintegrasi dan hidroponik terus didorong guna mengatasi keterbatasan lahan budidaya.
Penguatan ekosistem kewirausahaan ini juga mendapat sokongan penuh dari komunitas Tangan Di Atas Sangatta. Lewat kolaborasi lokakarya bisnis dan pemanfaatan teknologi digital, TDA siap mencetak wirausahawan muda baru sekaligus mendampingi produk lokal Kutim agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (ant/one)