Subscribe

Kukar Gandeng BBPOM Samarinda ‘All In’ Jamin Keamanan Pangan: Dari Kantin Sekolah Hingga Dapur Warga

2 minutes read

Tengggarong, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) gak mau main-main soal urusan perut rakyatnya. Berkolaborasi dengan BBPOM Samarinda, Pemkab Kukar resmi membangun ekosistem pangan aman yang menyasar semua lini, mulai dari jajanan hits di kantin sekolah, stok bahan di pasar, sampai menu masakan rumahan di desa-desa.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa urusan pangan sehat adalah kerja kolektif, bukan cuma tugas satu instansi.

“Upaya menciptakan bahan pangan sehat dan keamanan pangan itu tanggung jawab bareng. Mulai dari pemerintah, pelaku usaha, sampai ke unsur masyarakat sendiri,” ujar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Senin (5/5).

Komitmen ‘Bersih’ Lewat Germas SAPA

Langkah nyata ini diawali dengan penandatanganan komitmen bersama BBPOM Samarinda pekan lalu. Agenda ini dibalut dalam giat Advokasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) dan Advokasi Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA). Tujuannya jelas: Memastikan apa pun yang dikonsumsi warga Kukar bebas dari bahan berbahaya.

Bagi Bupati, kesehatan adalah aset atau investasi utama untuk pembangunan bangsa. Hal ini juga menjadi bentuk gercep (gerak cepat) Pemkab dalam merespons Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Germas, khususnya soal penyediaan pangan bergizi.

“Saya mengajak semua instansi, kecamatan, hingga pemerintah desa dan komunitas sekolah buat segera susun rencana aksi yang terukur. Program ini harus direplikasi di seluruh Kukar supaya manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” tegas Bupati.

Sinergi Lintas Sektor: Pantau Pasar Hingga Desa

Senada dengan Bupati, Kepala BBPOM Samarinda, Agung Kurniawan, menyebut kolaborasi lintas sektor adalah kunci pengawasan pangan yang efektif. Tanpa sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha, sistem pengawasan bakal sulit berjalan optimal.

“Lewat advokasi ini, kita perkuat sinergi untuk bangun sistem pengawasan pangan yang berkelanjutan,” jelas Agung.

Setidaknya ada empat pilar utama dalam program komprehensif ini, yaitu:

  • Desa Pangan Aman
  • Pasar Pangan Aman
  • Sekolah Pangan Aman
  • Kabupaten Pangan Aman

Dengan pendekatan terpadu ini, pengawasan pangan di Kukar diharapkan tidak lagi hanya menyentuh level permukaan, tapi benar-benar meresap hingga ke tingkat komunitas paling dasar. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *