Subscribe

Kaltim Jadi Raja Ekonomi Kalimantan, BI Dorong Percepatan Transformasi

4 minutes read

Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi Pulau Kalimantan. Kontribusinya mencapai 46,70 persen terhadap perekonomian regional, dengan penyaluran kredit perbankan menembus Rp239,56 triliun.Angka tersebut menegaskan besarnya kekuatan ekonomi Benua Etam dibandingkan provinsi lain di Kalimantan. Namun, di balik dominasi itu, tantangan besar menanti. Bagaimana mengubah kekuatan sumber daya alam menjadi ekonomi yang lebih beragam, tangguh, dan berkelanjutan.Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Jajang Hermawan, menyebut posisi tersebut menempatkan Kaltim sebagai salah satu tumpuan utama perekonomian regional.“Ini mencapai posisi strategis dan kekuatan ekonomi Kalimantan di regional,” ujarnya di Samarinda, belum lama ini.Dari sisi pembiayaan, kredit perbankan di Kaltim mencapai 38,85 persen dari total penyaluran kredit di seluruh Kalimantan. Capaian Rp239,56 triliun itu sekaligus menempatkan Kaltim di posisi teratas dibandingkan provinsi lain di kawasan tersebut.Besarnya penyaluran kredit menjadi modal penting untuk mendorong ekspansi usaha, meningkatkan kapasitas produksi, hingga mempercepat realisasi investasi. Namun, besarnya angka kredit juga perlu diikuti dengan penguatan sektor-sektor produktif agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada industri yang selama ini mendominasi.BI menilai, tantangan Kaltim ke depan bukan sekadar mempertahankan dominasi ekonomi, melainkan memastikan sumber pertumbuhan semakin beragam.Selama ini, batu bara dan minyak serta gas bumi menjadi bagian penting dari struktur ekonomi daerah. Ketergantungan yang terlalu besar pada sektor ekstraktif berisiko membuat perekonomian rentan terhadap perubahan harga komoditas dan dinamika pasar global.Karena itu, percepatan transformasi ekonomi menjadi kebutuhan mendesak. Kaltim dituntut mampu mengolah kekayaan sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru di luar sektor pertambangan.“Ke depan, tentunya Kalimantan Timur memberi peluang besar untuk memperkuat pertumbuhan melalui percepatan transformasi ekonomi, guna membangun struktur ekonomi yang lebih terdiversifikasi, berdaya tahan, dan berkelanjutan,” tegas Jajang.Menurutnya, kekayaan batu bara, kelapa sawit, minyak, dan gas bumi membuka peluang besar untuk memperkuat industri pengolahan serta hilirisasi. Dengan pengembangan industri tersebut, potensi sumber daya alam diharapkan tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi di dalam daerah.*IKN Buka Peluang Investasi Baru*Selain hilirisasi, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang strategis untuk memperluas basis ekonomi Kaltim.Pembangunan dan aktivitas ekonomi di kawasan IKN membuka ruang investasi di sektor perdagangan, logistik, akomodasi, hingga berbagai jasa pendukung. Peluang tersebut dapat menjadi penggerak pertumbuhan baru apabila mampu dihubungkan dengan kapasitas usaha lokal dan potensi ekonomi kabupaten/kota di Kaltim.Sektor pariwisata juga menyimpan peluang besar. Destinasi unggulan seperti Pulau Derawan dan Maratua dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi berbasis jasa, sekaligus memperluas sumber pendapatan daerah di luar sektor ekstraktif.Namun, potensi tersebut membutuhkan investasi, kesiapan infrastruktur, serta kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha agar tidak sekadar menjadi peluang di atas kertas.Untuk mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan investor, BI bersama Pemerintah Provinsi Kaltim dan Otorita IKN memperkuat promosi investasi melalui Regional Investment Relations Unit (RIRU).Sepanjang 2025, RIRU menggelar enam forum investasi di tingkat domestik maupun internasional untuk mempromosikan 10 proyek potensial.Upaya tersebut menghasilkan 117 pertemuan bisnis, 16 letter of intent (LoI), dua nota kesepahaman, serta satu proyek yang telah memasuki tahap konstruksi.Capaian itu menunjukkan adanya peluang yang mulai bergerak menuju realisasi. Meski demikian, keberhasilan promosi investasi pada akhirnya perlu diukur dari semakin banyaknya proyek yang benar-benar dibangun, beroperasi, menyerap tenaga kerja, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kaltim.*Mahakam Investment Forum Jadi Pintu Masuk Investor*Jajang berharap Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, investor, dan pelaku usaha dalam membangun kemitraan yang lebih konkret.Forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan dan promosi potensi daerah, tetapi mampu mendorong proyek-proyek unggulan menuju tahap realisasi.Dukungan pemerintah daerah, Otorita IKN, investor, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif.Dengan kontribusi ekonomi mencapai 46,70 persen di Kalimantan dan kredit perbankan sebesar Rp239,56 triliun, Kaltim memiliki modal besar untuk melangkah lebih jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *