Subscribe

Jaga Paru-Paru Kalimantan: Dishut Kaltim Geber 5 Program Prioritas Tolok Ukur Lingkungan Lestari

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur bergerak taktis dalam mengawal kelestarian ekosistem lokal. Melalui cetak biru yang terukur, Dishut Kaltim resmi menetapkan lima program prioritas demi menjaga keseimbangan alam sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishut Kaltim, Mohamad Subiantoro, menegaskan bahwa kelima program ini menjadi pilar utama untuk mewujudkan tata kelola hutan yang sehat dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.

“Kelima program prioritas ini menjadi fokus utama kami dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Mohamad Subiantoro di Samarinda, Selasa (09/06/2026).

Bedah 5 Program Prioritas Dishut Kaltim

1.Optimalisasi Produksi Hasil Hutan Kayu: Program 1.

Berfokus pada pengelolaan hutan produksi yang terukur dengan target output produksi kayu menembus angka 6,4 juta meter kubik per tahun.

2.Konservasi Keanekaragaman Hayati:Program 2.

Melakukan langkah konservasi ketat untuk mengamankan kawasan bernilai ekosistem penting (high conservation value) dengan total luasan mencapai 95.337 hektare.

3.Ekspansi Perhutanan Sosial:Program 3.

Fokus pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat perdesaan untuk mengelola kawasan perhutanan sosial seluas 20 ribu hektare demi mendongkrak ekonomi warga lokal.

4.Revitalisasi DAS Bengalon:Program 4.

Mengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengalon dengan cakupan area raksasa seluas 338.381 hektare guna mempertahankan persentase tutupan lahan sempadan sungai di angka ideal 65,04 persen.

5.Reformasi Layanan Publik Kesekretariatan:Program 5.

Memastikan tata kelola pemerintahan berjalan transparan dan responsif, termasuk menjamin setiap keluhan masyarakat terkait layanan kehutanan ditindaklanjuti secara cepat.

Fokus pada Perhutanan Sosial dan Mitigasi Iklim

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah program perhutanan sosial. Subiantoro optimis, keterlibatan aktif masyarakat lokal bukan hanya soal menjaga pohon, melainkan juga tentang peningkatan taraf hidup. “Pemberdayaan masyarakat tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi kelompok tani hutan sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga lokal,” tambahnya.

Rapor Hijau Mitigasi Perubahan Iklim Kaltim:

  • Jasa Lingkungan Karbon: Dishut Kaltim mencatat sudah ada 1 unit pengelola hutan yang secara resmi mengomersialkan kegiatan jasa lingkungan karbon (carbon trade/offset).
  • Indeks Keanekaragaman Hayati: Berhasil dipertahankan pada level 0,540, memastikan ekosistem flora dan fauna perintis di Kaltim tetap berada dalam kondisi seimbang dan aman dari ancaman kepunahan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *