Intip Pesona Bontang Mangrove Park, Wisata Edukasi Hits Kaltim yang Diapresiasi DPR RIv
SAMARINDA — Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) resmi tancap gas menyulap Bontang Mangrove Park (BMP) jadi magnet baru buat turis lokal maupun mancanegara. Gak cuma sekadar tempat foto-foto, destinasi berbasis konservasi ini sukses membuktikan kalau jaga alam bisa banget menghasilkan cuan bagi ekonomi warga lokal.
“Pengembangan ekowisata seperti Bontang Mangrove Park membuktikan kalau pelestarian alam dan edukasi lingkungan bisa jadi daya tarik unggulan yang berdampak positif pada ekonomi masyarakat,” ujar Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, di Samarinda.
Berada langsung di bawah naungan Taman Nasional Kutai, destinasi ini mengemas tiga konsep sekaligus: konservasi, edukasi, dan outdoor adventure.
Walking Tour 2 Kilometer di Atas Jembatan Ulin
Buat yang suka petualangan estetik tapi tetap adem, BMP menawarkan pengalaman menyusuri ekosistem mangrove seluas 279 hektare. Highlight-nya adalah jembatan kayu ulin sepanjang 2,15 kilometer yang membelah rimbunnya hutan bakau.
“Selain menawarkan lorong kanopi hijau yang sejuk, kawasan wisata ini juga jadi ruang kelas alam buat pengunjung untuk mengenal beragam vegetasi seperti Rhizophora sp dan Avicennia sp,” kata Ririn.
Gak cuma tanaman, kalau beruntung, lo bisa langsung papasan sama satwa liar penghuni asli hutan ini, mulai dari bekantan, monyet ekor panjang, sampai bangau tong-tong.
Dari 84 Hektare Melejit ke 279 Hektare
Bukan sekadar tempat wisata musiman, BMP punya peran krusial secara ekologis. Jejaring akar pohon bakau di sini bertindak sebagai benteng alami yang melindungi pesisir Bontang dari abrasi dan hantaman ombak laut.
Kerennya lagi, komitmen pelestarian di sini bukan kaleng-kaleng. Data mencatat tutupan lahan mangrove di BMP meluas drastis, dari yang tadinya cuma 84,67 hektare pada tahun 2002, kini meroket jadi 279 hektare.
“Lokasinya gampang diakses dari pusat Kota Bontang. Ditambah harga tiket yang ramah kantong, wahana ekologis ini selalu diserbu puluhan ribu wisatawan setiap tahunnya,” tutur Ririn.
Jadi Role Model Nasional
Kolaborasi apik antara pemerintah, sektor swasta, dan warga lokal dalam mengelola BMP ternyata sukses mencuri perhatian nasional. Pengelolaan berbasis gotong royong ini bahkan langsung mendapat apresiasi dari Komisi IV DPR RI sebagai percontohan nasional.
Lewat keberhasilan ini, Dispar Kaltim berharap kota dan kabupaten lain di Kaltim bisa menduplikasi formula sukses Bontang. Targetnya jelas: alamnya tetap lestari, tapi dompet warganya makin tebal. (ant/one)