Indeks El Nino Kaltim Tembus 3,44, BMKG Prediksi Musim Hujan 2026–2027 Lebih Singkat
Balikpapan, nusaetamnews.com : Fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat tengah melanda wilayah Kalimantan Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat indeks El Nino regional telah menembus angka 3,44, yang berdampak pada mundurnya jadwal awal musim hujan serta memperpendek durasi masa basah di Kaltim.
Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa dampak dari lonjakan indeks tersebut sudah mulai terasa lewat durasi kemarau yang makin panjang. Berdasarkan kalkulasi 17 badan pemantau iklim dunia, fenomena El Nino ini diperkirakan masih akan bertahan hingga pertengahan 2027 mendatang.
Penyesuaian ini berdampak langsung pada siklus musim hujan periode 2026–2027. Meski sifat hujan diprediksi berada pada kategori normal, durasi masa basah diperkirakan berlangsung lebih singkat, yakni hanya sekitar tiga hingga empat bulan.
Djoko mengimbau para pelaku sektor pertanian untuk segera melakukan penyesuaian kalender tanam dan memilih komoditas yang tepat agar selaras dengan pendeknya durasi musim hujan.
Selain sektor pertanian, BMKG meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan instansi terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Ancaman yang perlu diwaspadai meliputi banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga banjir rob di zona pesisir.
Mengingat pergerakan angin mulai bertransisi dari Monsun Australia menuju Monsun Asia, masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi angin kencang selama masa peralihan musim. Pemkab dan pemangku kepentingan diharapkan rutin memantau pembaruan informasi BMKG sebagai acuan mitigasi bencana dan pengambilan kebijakan di lapangan.(ant/one)