Subscribe

Gas Pertama Mengalir! Lapangan Karamba Sukses Jadi Urat Nadi Energi Baru di Kaltim

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : Kabar baik buat ketahanan energi nasional! Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) baru saja mengumumkan keberhasilan PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) yang sukses mengalirkan gas pertama (first gas) dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC.

Proyek strategis yang berlokasi di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur ini digadang-gadang bakal menjadi fondasi kuat dalam pengembangan sumber daya gas baru di Bumi Etam.

“PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) berhasil mengalirkan gas pertama pengembangan sektor hulu migas di Kaltim dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC,” ujar Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam keterangan pers tertulisnya, Kamis.

Langkah ini dinilai sangat krusial untuk menjaga keseimbangan pasokan energi nasional, terutama di tengah melonjaknya kebutuhan energi domestik saat ini. Gak cuma itu, proyek ini juga memberi multiplier effect bagi ekonomi lokal lewat optimalisasi infrastruktur eksisting, mendongkrak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta membuka peluang eksplorasi baru di daratan Cekungan Kutai.

Pasok Kilang Balikpapan, Intip Profil Lapangan Karamba

Gas yang diproduksi dari lapangan ini gak bakal lari ke mana-mana, melainkan langsung disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi vital di Kilang Unit V Balikpapan. Distribusi ini berhasil terwujud berkat kerja sama pemanfaatan infrastruktur bersama PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Biar lebih paham seberapa besar potensi dan teknis proyek Lapangan Karamba, yuk cek rangkumannya di bawah ini:

Aspek Proyek Detail Data & Target
Total Cadangan Gas 64,4 Miliar Kaki Kubik (Bscf) berdasarkan kategori proven and probable reserves (2P).
Produksi Awal 4 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMscfd).
Target Puncak (Kuartal IV 2026) Diproyeksikan stabil di level 7,35 MMscfd.
Hasil Uji Sumur KUD-1 Mencatat laju alir hingga 9,5 MMscfd (Potensi reservoir jangka panjang yang sangat oke).
Durasi Pengerjaan Proyek Hanya 25 bulan sejak kontrak EPCI ditandatangani pada April 2024.

Kerja Sat-Set 25 Bulan: Apa Saja yang Dibangun?

Direktur Utama PT ISOG, Tang Zhongfu, mengapresiasi kinerja tim yang sukses merampungkan megaproyek ini dengan efisien dan cepat dalam waktu 2 tahunan saja.

Untuk menghidupkan Lapangan Gas Karamba, rangkaian pekerjaan teknis yang dilakukan meliputi:

  • Proses re-entry pada sumur KUD-1.
  • Pengeboran dua sumur pengembangan baru.
  • Pembangunan Central Processing Facility (CPF) sebagai pusat pengolahan.
  • Pemasangan jaringan pipa gas bawah tanah sepanjang 16,3 kilometer, plus berbagai fasilitas penunjang operasional lainnya.

“Produksi Lapangan Gas Karamba diharapkan dapat segera mencapai target dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi gas nasional,” tutup Djoko Siswanto optimistis. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *