Subscribe

Gandeng PNM, Otorita IKN Dorong Pemberdayaan UMKM dan Pembiayaan Ultra Mikro Masyarakat Lokal

2 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com : Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bergerak cepat memperkuat fondasi ekonomi masyarakat lokal. Dalam upaya memastikan warga sekitar terlibat aktif dalam roda perekonomian ibu kota baru, Otorita IKN menjajaki peluang kerja sama strategis dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Langkah ini ditandai dengan kunjungan Komisaris Utama PNM, Dradjad Hari Wibowo, beserta jajaran yang diterima langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara pada Senin, 3 Agustus 2026.

Basuki menyambut hangat kedatangan rombongan PNM dan menegaskan pentingnya intervensi lembaga pembiayaan tersebut untuk menyokong keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah IKN.

Kolaborasi ini dirancang agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam masifnya pembangunan, melainkan mampu bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang tangguh dan siap masuk dalam rantai pasok ibu kota.

Dradjad Hari Wibowo mengapresiasi pesatnya pembangunan IKN sekaligus menyoroti target besar IKN untuk bebas dari kemiskinan pada tahun 2035. Menurutnya, PNM siap mengambil peran aktif dalam mendukung pencapaian target tersebut melalui program pembiayaan dan pendampingan usaha mikro serta ultra mikro, termasuk peluang sinergi dengan Himpunan Bank Negara (Himbara).

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 4.767 unit UMKM beroperasi di wilayah delineasi IKN yang tersebar di tujuh kecamatan, meliputi Sepaku, Muara Jawa, Loa Janan, Loa Kulu, Samboja, Samboja Barat, dan Sanga-Sanga. Data ini menjadi basis utama dalam memetakan kebutuhan akses permodalan dan penguatan kapasitas usaha.

Dradjad memaparkan dua program unggulan PNM, yakni ULaMM untuk pembiayaan mikro dan Mekaar yang berfokus pada pembinaan ekonomi keluarga sejahtera bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro. Program Mekaar yang digulirkan sejak Desember 2015 telah membina lebih dari 23 juta nasabah lewat model pembiayaan kelompok tanpa agunan.

Ia menekankan bahwa nilai tambah PNM terletak pada pola pendampingan yang melekat. Dana yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk sektor perbankan, disalurkan kembali kepada para pelaku usaha kecil lengkap dengan pembinaan berkelanjutan.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal terciptanya ekosistem pemberdayaan ekonomi yang inklusif di Nusantara. Melalui dukungan pembiayaan mikro dan pelatihan terstruktur dari PNM, UMKM di kawasan IKN diharapkan kian berdaya saing dan siap menopang pertumbuhan ekonomi kawasan secara mandiri. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *