Subscribe

PDIP Tahan Diri, Belum Pasang Jagoan untuk Pilwali Samarinda 2030

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Peta persaingan menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2030 mulai memunculkan sejumlah nama. Namun, PDI Perjuangan memilih tidak ikut terburu-buru memasang kandidat.

Di saat sejumlah partai mulai membuka kartu dan menyebut nama yang berpotensi diusung, PDIP justru memilih mengerem manuver politik elektoral. Fokus partai saat ini diarahkan pada kerja-kerja kerakyatan.

Sekretaris DPD PDIP Kalimantan Timur Ananda Emira Moeis mengatakan persiapan menuju Pilwali Samarinda tetap berjalan di internal partai. Termasuk menyiapkan kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk maju dalam kontestasi lima tahunan tersebut.

Namun, soal siapa yang bakal menjadi jagoan PDIP, Ananda menilai waktunya belum tepat untuk diputuskan sekarang.

“Yang pastinya kita mempersiapkan. Kita tentunya juga ingin ada kader PDI Perjuangan yang bisa kita usung untuk kontestasi pemilihan Wali Kota Samarinda,” kata Ananda saat ditemui di Samarinda, Sabtu (12/9/2026).

Menurut dia, PDIP masih memiliki ruang cukup panjang untuk mematangkan keputusan. Karena itu, partai tidak ingin terlalu dini terseret dalam persaingan perebutan tiket Pilwali.

“Hari ini fokus kita adalah bagaimana bisa bekerja untuk masyarakat. Itu dulu,” tegasnya.

Sikap PDIP ini cukup kontras dengan sejumlah partai yang mulai mengarahkan kendaraan politiknya kepada figur tertentu.

Ananda memberi alasan, kekuatan politik tidak semata-mata dibangun dari seberapa cepat sebuah partai mengumumkan calon.
Kerja di tengah masyarakat, menyerap persoalan warga, sekaligus menjaga hubungan dengan konstituen dinilai jauh lebih penting untuk saat ini.

“Kami masih membuka ruang untuk melakukan pematangan internal, termasuk melihat perkembangan politik serta potensi kader yang dapat diusung pada kontestasi mendatang,” ujarnya.

Tiga Partai Mulai Buka Kartu

Sementara itu, sejumlah partai politik di Samarinda sudah mulai memperlihatkan arah dukungannya menuju Pilwali 2030.
Gerindra menjadi salah satu yang paling terang-terangan. Partai berlambang kepala Garuda itu disebut bakal mengusung Helmi Abdullah, yang kini menjabat Ketua DPRD Samarinda sekaligus Ketua DPC Gerindra Samarinda.

Nama lain datang dari Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu mengarah kepada Andi Satya Adi Saputra. Legislator DPRD Kaltim tersebut kini memegang posisi Ketua DPC Golkar Samarinda.

Sementara NasDem disebut masih memberikan kepercayaan kepada Saefuddin Zuhri. Wakil Wali Kota Samarinda yang saat ini mendampingi Andi Harun tersebut kembali diproyeksikan untuk bertarung pada Pilwali Samarinda 2030.

Dengan sejumlah nama mulai bermunculan, PDIP justru memilih menyimpan kartunya lebih lama.

Belum adanya nama yang diumumkan bukan berarti partai tanpa persiapan. Sebaliknya, PDIP mengklaim proses pematangan kader dan pembacaan peta politik tetap berjalan.
Hanya saja, siapa yang akan dibawa ke arena Pilwali Samarinda 2030 tampaknya masih menjadi kartu yang sengaja disimpan rapat-rapat. (lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *