Subscribe

Cetak Rekor Laba Tertinggi Rp2,74 Miliar, BPR Bank Samarinda Kantongi Predikat “Sangat Sehat”

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : PT BPR Bank Samarinda sukses mencetak sejarah baru dalam dua dekade masa operasionalnya. Bank perekonomian rakyat milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,74 miliar pada tahun buku 2025.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Gedung Balai Kota Samarinda, Direktur Utama PT BPR Bank Samarinda, Tony Noviandi, memaparkan bahwa rapor hijau ini didorong oleh pertumbuhan positif di seluruh indikator keuangan berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP).

“Peningkatan signifikan tercatat pada sektor aset, penyaluran kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK), serta pendapatan operasional bank. Hasil audit juga menganugerahkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan peringkat komposit 1 berkategori ‘Sangat Sehat’,” ungkap Tony, Kamis (21/5/2026).

Alokasi Laba 2025: Setor PAD hingga Tambal Defisit Masa Lalu

Perolehan laba Rp2,74 miliar tersebut resmi dipecah ke dalam dua pos alokasi strategis melalui persetujuan RUPS:

  • Rp500 Juta: Disetor langsung ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda.
  • Rp2,2 Miliar: Dialokasikan untuk memangkas akumulasi kerugian masa lalu (retained earnings negatif) sekaligus memperkuat struktur modal inti bank.

Dengan skema penyehatan keuangan ini, manajemen optimistis profitabilitas bank pada tahun buku mendatang akan melesat lebih tinggi seiring berkurangnya beban kerugian historis.

Modernisasi Tech dan Rencana Ekspansi ke Citra Niaga

Untuk mengejar daya saing di era digital, Bank Samarinda kini telah mengintegrasikan sistem transfer real-time lintas bank nasional dan memperluas jaringan pembayaran berbasis QRIS di berbagai sektor UMKM.

Tak hanya digitalisasi, ekspansi fisik juga direncanakan melalui pembukaan Kantor Kas baru di kawasan revitalisasi Citra Niaga. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan lampu hijau dengan syarat manajemen wajib menyerahkan laporan evaluasi kinerja dalam waktu enam bulan.

Andi Harun bahkan melempar opsi radikal jika kantor utama saat ini dinilai sudah kurang representatif.

“Boleh ekspansi, tapi enam bulan lagi laporkan perkembangannya. Jika dua mesin di Segiri dan Citra Niaga ini menghasilkan tren positif, Pemkot membuka opsi untuk merelokasi kantor utama ke Citra Niaga dan menjual aset kantor lama,” tegas Andi Harun.

Warning Keras Buat Debitur Nakal, NPL Bakal Disikat

Di sisi lain, orang nomor satu di Samarinda tersebut memberikan instruksi tegas terkait penekanan angka kredit macet (Non-Performing Loan/NPL). Andi Harun meminta manajemen melacak habis aset bergerak maupun tidak bergerak milik para debitur yang terbukti wanprestasi.

Jika jalur persuasif buntu, Pemkot Samarinda mendukung penuh manajemen untuk menyeret para debitur nakal tersebut ke ranah hukum, baik melalui gugatan perdata maupun pelaporan pidana. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *