Bekali Warga Binaan Keterampilan Mandiri, Lapas Narkotika Samarinda Gencar Terapkan Program Ketahanan Pangan
Samarinda, nusaetamnews.com : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kalimantan Timur, terus bergerak aktif menyiapkan para warga binaan pemasyarakatan (WBP) agar menjadi pribadi yang mandiri dan siap kembali ke masyarakat. Langkah ini diwujudkan lewat pengembangan program ketahanan pangan terpadu di sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.
Kepala Lapas Narkotika Samarinda, Puang Dirham, menjelaskan bahwa program pertanian mandiri ini merupakan tindak lanjut atas arahan dari Presiden, kementerian terkait, serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Guna memaksimalkan hasil di lahan terbatas, sistem budi daya tanaman bertransformasi secara bertahap dari media polibag ke sistem bedengan dengan dukungan teknologi irigasi modern. Penerapan teknologi ini tak hanya mengoptimalkan ruang sempit, tetapi juga membantu menjaga kontrol keamanan pergerakan warga binaan selama beraktivitas.
Ragam komoditas hortikultura yang dibudidayakan secara intensif antara lain kangkung cabut, kacang panjang, cabai, terong ungu, hingga sawi pakcoy. Tak cuma bercocok tanam, area lapas juga dimanfaatkan untuk budi daya ikan air tawar serta peternakan kambing dan ayam petelur.
Dari sektor peternakan, sebanyak 224 ekor ayam petelur yang dikelola dalam kandang baterai terbukti produktif dengan menghasilkan rata-rata 180 butir telur setiap harinya.
Seluruh panen dari sektor pertanian dan peternakan tersebut diserap langsung untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan internal seluruh warga binaan. Dari hasil penjualan tersebut, para warga binaan yang menjalani program asimilasi memperoleh insentif premi sebagai modal tabungan mereka setelah bebas nanti.
Puang menambahkan, sekitar 50 warga binaan terlibat aktif dalam rangkaian program asimilasi mandiri yang meliputi bidang pertanian, konveksi, hingga pertukangan. Selain untuk konsumsi internal dan pembekalan keterampilan, sebagian hasil produksi program pangan ini juga disisihkan untuk mendukung aksi sosial pembagian beras kepada masyarakat sekitar. (ant/one)