Bank Kaltimtara Dapat Dua Tugas, Bereskan Kredit Macet dan Bantu Padamkan Karhutla
SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meminta Bank Kaltimtara tidak membiarkan kredit bermasalah berlarut-larut. Di saat yang sama, bank milik daerah itu diminta ikut turun tangan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Dua pekerjaan itu ditegaskan Rudy saat menerima audiensi jajaran Bank Kaltimtara yang dipimpin Direktur Utama Romy Wijayanto di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Selasa (13/10/2026).
Penyelesaian non-performing loan (NPL) bukan sekadar urusan penagihan kredit, melainkan bagian penting menjaga kesehatan keuangan bank daerah. Pengelolaan bisnis dan penempatan dana pun harus dilakukan secara profesional, hati-hati, serta menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan dan pembangunan Kaltim.
“Jangan sampai NPL yang belum selesai ini merugikan BPD,” tegas Rudy.
Pesan gubernur itu menempatkan persoalan kredit bermasalah sebagai pekerjaan yang tak boleh terus menggantung. Bank Kaltimtara diharapkan mampu menjaga kualitas aset sekaligus memastikan dana yang dikelola tidak menjadi beban bagi kinerja perusahaan.
CSR Bank Daerah Diminta Bantu Relawan Karhutla
Tak hanya urusan kredit macet, Rudy juga meminta Bank Kaltimtara mengarahkan dana CSR untuk membantu relawan yang berjibaku menangani karhutla di Kaltim.
Permintaan ini muncul ketika kemampuan fiskal pemerintah daerah menghadapi tekanan efisiensi, sementara penanganan kebakaran membutuhkan dukungan operasional di lapangan.
Rudy menyebut Pemprov Kaltim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memperoleh dukungan anggaran Rp20 miliar berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres). Dana tersebut difokuskan untuk penanganan karhutla di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Berau.
Namun, dukungan anggaran itu dinilai perlu diperkuat dengan kontribusi pihak lain, termasuk badan usaha milik daerah. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah dukungan bagi relawan yang terlibat langsung dalam penanggulangan kebakaran.
“Untuk CSR, saya harap bisa diberikan kepada Pemprov Kaltim agar membantu relawan yang menangani karhutla. Karena efisiensi membuat ruang fiskal kami terbatas, harapannya perusahaan daerah bisa membantu melalui CSR,” ujar Rudy.
Arahan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kontribusi perusahaan daerah diharapkan tidak berhenti pada kinerja bisnis, tetapi juga menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat, terutama ketika bencana menguji kemampuan pemerintah dalam merespons keadaan.
Dengan demikian, Bank Kaltimtara menghadapi dua tuntutan yang sama-sama penting: menuntaskan persoalan kredit bermasalah demi menjaga kesehatan perusahaan dan mengoptimalkan kontribusi sosial untuk membantu penanganan karhutla.
Audiensi itu turut dihadiri Direktur Kredit Bank Kaltimtara Viky Pujo Rahmanto dan Pemimpin Sekretariat Perusahaan dan Hukum Rita Kurniasih. Gubernur didampingi Asisten I Setda Kaltim AM Fitra Firnanda serta perwakilan Biro Kesejahteraan Rakyat dan Biro Perekonomian.