Atasi Krisis TPA Overload, Pemprov Kaltim Gerakkan Aksi Bersih Massal di Islamic Center
Samarinda, nusaetamnews.com : Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar aksi kerja bakti (korve) massal di kawasan Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda, Minggu (7/6). Aksi ini melibatkan seluruh perangkat daerah, instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, hingga pelajar sebagai respons darurat terhadap krisis kelebihan kapasitas (overload) Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, pemprov mendesak adanya perubahan paradigma total dalam tata kelola sampah yang selama ini masih terjebak pada pola konvensional: kumpul, angkut, dan buang.
“Persoalan sampah saat ini masih menjadi tantangan serius. Kondisi TPA di hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia saat ini sudah mengalami kelebihan kapasitas (overload). Kami ingin mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan hidup,” ujar Kepala DLH Provinsi Kaltim, Joko Istanto, di Islamic Center Samarinda.
Sistem Open Dumping Picu Emisi Gas Rumah Kaca
Joko membeberkan, cepat penuhnya kapasitas TPA dipicu oleh perilaku masyarakat yang belum memilah sampah sejak dari sumbernya. Sistem pengelolaan lahan urug terbuka (open dumping) serta minimnya penangkapan gas metana memperparah kondisi ini.
Dampaknya tidak main-main, sektor persampahan konvensional kini menjelma menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, DLH Kaltim menegaskan penanganan sampah wajib digeser ke sektor hulu (sumber sampah) dan tidak bisa lagi mengandalkan sektor hilir (TPA).
Sukseskan Gerakan Indonesia Asri Menuju Target 2045
Sebagai solusi jangka panjang, DLH Kaltim mengajak publik untuk menyukseskan Gerakan Indonesia Asri. Gerakan ini berfokus pada edukasi dan pembentukan budaya baru berupa pemilahan sampah yang dimulai langsung dari skala rumah tangga.
Tujuan Strategis Gerakan Indonesia Asri:
- Mengubah Perilaku: Membentuk masyarakat yang lebih beretika dan disiplin terhadap lingkungan.
- Fondasi Masa Depan: Menjadi pilar penting dalam menyukseskan visi besar Indonesia Emas 2045.
- Aksi Iklim Riil: Mengurangi volume sampah harian yang masuk ke TPA secara signifikan.
“Mari tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu memimpin dalam aksi iklim. Semua itu tidak harus muluk-muluk, melainkan bisa dimulai dari tindakan-tindakan sederhana di lingkungan terkecil kita, yaitu dari rumah masing-masing,” pungkas Joko. (ant/one)