Subscribe

Akses Sanitasi Aman Samarinda Baru 13,52 Persen, Pemkot Segera Bangun Kampung Percontohan

2 minutes read

SAMARINDA – Urusan sanitasi di Samarinda menjadi pekerjaan rumah. Hingga 2025, akses masyarakat terhadap layanan air limbah domestik yang masuk kategori aman baru 13,52 persen.Angka ini menjadi perhatian Pemkot Samarinda. Pemerintah kini menyiapkan Kampung Percontohan 2026 sebagai lokasi untuk menguji penanganan sanitasi secara lebih terpadu.Asisten II Sekda Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan capaian akses sanitasi layak, termasuk kategori aman, memang sudah sekitar 78 persen. Namun, angka sanitasi aman yang masih rendah menunjukkan kualitas layanan di tingkat rumah tangga masih menjadi persoalan.“Program ini diarahkan untuk menjadi lokasi penerapan berbagai upaya perbaikan sanitasi secara terpadu,” kata Marnabas, Sabtu 5 September 2026.Kampung percontohan akan diarahkan ke wilayah dengan risiko sanitasi kategori kuning hingga merah. Artinya, pemerintah ingin menyasar kawasan yang memang memiliki persoalan sanitasi lebih serius.Masalahnya juga bukan hanya soal air limbah. Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan karena belum semua rumah tangga terlayani dan kapasitas sampah yang berhasil diolah masih perlu ditingkatkan.Padahal, Samarinda sudah memiliki sejumlah fasilitas pengelolaan sampah, seperti 98 bank sampah, dua TPS3R, TPST hingga TPA.Melalui Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP), Pemkot Samarinda mendorong perbaikan dari tingkat rumah tangga. Mulai penggunaan tangki septik sesuai standar, penyedotan lumpur tinja secara berkala hingga penguatan pengolahan sampah.Marnabas menyebut Kampung Percontohan 2026 nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai proyek di satu lokasi. Kawasan tersebut akan dijadikan contoh untuk diterapkan di wilayah lain.Pelaksanaannya melibatkan perangkat daerah, pemerintah kelurahan, masyarakat hingga pihak swasta melalui dukungan CSR.Konsep yang diusung yakni “Halus nan Bungas”. Intervensinya dibuat terbatas, tetapi diarahkan memberikan dampak langsung terhadap sanitasi dan kualitas lingkungan permukiman.Dengan akses sanitasi aman yang baru 13,52 persen, Pemkot Samarinda kini dituntut tidak sekadar membangun fasilitas. Tantangannya adalah memastikan fasilitas tersebut benar-benar digunakan, terawat, dan membuat lingkungan warga lebih sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *